Hyundai akan Luncurkan Taksi Udara di Indonesia
Tim mobilitas udara perkotaan dari Hyundai Motor Group Korea Selatan akan membangun ekosistem mobilitas udara yang maju di Ibu Kota Baru Indonesia yang bernama Nusantara. Bersama-sama mempromosikan bisnis Air Mobility (AAM, Advanced Air Mobility) lokal di masa depan.
AAM adalah use case yang dibangun di atas konsep UAM dan menggabungkan operasi di lingkungan perkotaan, sedangkan Urban Air Mobility (UAM) adalah ekosistem yang melibatkan kendaraan penumpang yang terbang atau taksi udara di daerah perkotaan.
Terdiri lebih dari 18.000 pulau, Indonesia memiliki pasar penerbangan terbesar di Asia Tenggara dan dikenal sebagai tempat terbaik untuk membangun AAM.
Hyundai mengharapkan infrastruktur dan teknologi tingkat tinggi Indonesia dalam industri penerbangan untuk membantu perusahaan mengembangkan ekosistem untuk AAM.
Mereka berencana memperluas bisnis ini ke pasar global setelah hasilnya tercapai di Indonesia.
Menurut nota kesepahaman yang ditandatangani di sela-sela KTT B20 di Bali pada 14 November dilansir dari Techgoing, Hyundai Motor akan bekerja sama dengan Capital Office, yang bertanggung jawab atas manajemen dan tata kelola Nusantara, untuk memperkenalkan AAM sebagai bagian dari ekosistem mobilitas pintar di ibu kota baru yang terletak di timur Pulau Kalimantan itu.
Menurut perjanjian tersebut, kedua pihak akan bekerja sama dalam membangun konsep integrasi darat-udara, menguji kendaraan udara canggih, serta membangun infrastruktur dan ekosistem terkait.
Awal tahun ini, pemerintah Indonesia mengumumkan rencana untuk memindahkan ibu kotanya dari Jakarta di pulau Jawa ke Nusantara, sebuah “kota hutan” di Kalimantan. Ini menghabiskan $33 miliar untuk membangun kota metropolis baru, sementara seluruh proyek relokasi diperkirakan akan memakan waktu hampir satu dekade.
Untuk diketahui, belum lama ini, tepatnya pada Juli 2022 lalu, Anak perusahaan penerbangan Hyundai Motor, Supernal, mendemonstrasikan model konsep pesawat lepas landas dan pendaratan vertikal listrik lima kursi (eVTOL) di sebuah pameran dagang di Inggris. Mereka berharap dapat menawarkan produk mobilitas udara listrik untuk kargo pada tahun 2026 dan produk mobilitas udara listrik untuk penumpang pada tahun 2028.
Taksi udara eVTOL semua-listrik Supernal dirancang untuk transportasi penumpang dalam kota, sementara Hyundai mengatakan para insinyur di Korea Selatan sedang mengembangkan kendaraan menengah bertenaga hidrogen untuk angkutan barang dan penumpang kota-ke-kota.
Hyundai mengatakan, akan mengembangkan roadmap dan meninjau konsep ground dan AAM sambil melakukan proyek demonstrasi AAM dan uji terbang.
