Demikian kutipan nasehat Kinan ke Lidya.
Selanjutnya, Lidya mengatakan ke Kinan bahwa Aris adalah laki-laki yang tepat buat dia.
Kinan pun akhirnya resmi memberi restu kepada Lidya dan Aris untuk menikah.
Harapan Kinan, semoga orang tua Lidya tidak merasa apa yang orang tuanya rasakan dan berharap Lidya juga tidak akan merasakan apa yang Ia rasakan.
Malam harinya, Kinan menelpon Aris dan mengatakan, bahwa Ia tidak percaya hubungan mereka berdua berada titik seperti sekarang ini.
Kinan tidak sanggup lagi menanggung beban yang Ia pikul. Pada akhirnya Kinan pun Ikhlas melepas Aris.
Aris memberi kabar itu ke Lidya meski sebenarnya Lidya telah mengetahuinya lebih dulu. Lidya pun merasa bahagia.
Keesokan hari, Aris pergi ke Kinan untuk minta tanda tangan atas persetujuan itu. Mereka bertemu di restoran.
Dalam hal ini, Aris beranggapan bahwa keinginannya berpoligami terwujud setelah mendapat restu dari Kinan.
Namun, ternyata sebelum meminta tanda tangan persetujuan itu Kinan sudah mengirim surat gugatan cerai ke Aris.
Mengetahuinya, Aris sangat marah. Katanya Kinan tidak mempunyai bukti. Kinan pun menjelaskan dan memperlihatkan bukti ke Aris, Kinan memberitahu kepada Aris foto-foto dan video mereka. Aris merasa kesal sekali.
Kinan langsung Pamit dan mengatakan sampai bertemu lagi di persidangan.
Kinan bertemu dengan Lola dan Dita. Lola adalah pengacara Kinan.
Lola memberitahukan, dengan adanya bukti- bukti perselingkuhan Aris dan Lidya, gugatan cerai Kinan akan menang.
Terbukti, Kinan memenagkan persidangan, Aris dan Kinan akhirnya resmi bercerai. Putusan pengadilan, hak asuh jatuh sepenuhnya kepada Kinan dan semua tuntutan Kinan dikabulkan.
KINAN: Bagaimana bisa aku membencinya ketika dialah yang memberikan pelajaran paling berharga dalam Kehidupanku. Pernikahan ini telah mengajariku bahwa kadang kita butuh kekuatan yang jauh lebih besar untuk melepaskan sesuatu ketimbang menggenggamnya dengan erat. Jadi aku akan meneruskan pelajaran ini ke Raya.
Tidak apa-apa jika sesekali kita kehilangan layangan kita.
Tidak apa-apa jika sesekali impian Kita diterbangkan oleh angin karena satu-satunya yang harus kita genggam erat adalah diri kita sendiri.





