Sempat adu mulut, tiba-tiba Aris datang memutus pembicaraan mereka berdua. Kinan pun pamit dan Aris mencium pipi Kinan. Lidya cemburu.
***
Lidya sakit dan muntah-muntah di apartemen. Aris menguhubungi Kinan untuk menjemput Raya.
Kinan datang menjenguk Lidya yang lagi sakit. Kinan meminta Aris untuk membeli obat. Namun, Aris ragu Kinan akan merawat Lidya. Tapi Kinan menyakinkan. Akhirnya Aris pergi.
Kinan memeriksa keadaan Lidya dengan melakukan tes suhu badan dan memberinya obat. Kemudian Kinan memberi apel dan menyuruh Lidya istirahat.
Aris, Kinan dan Raya berada diruang tamu apartemen sambil bercanda. Lidya pun datang. Kinan pamit bersama Raya. Aris dan Lidya mengucapkan terima kasih kepada Kinan, Kinan mejawab iya.
***
Lidya datang ke rumah Kinan untuk meminta restu. Lidya mengatakan, kedatangannya ingin meminta restu secara baik-baik tanpa harus menyakiti Kinan.
Setelah mendegar penjelasan dari Lidya, Kinan pun merespon.
Kinan mengatakan, seharusnya sebagai sesama wanita Lidya paham akan perasaannya.
Seharusnya Lidya mengerti bahwa dia tidak bisa menikah dengan Aris tanpa persetujuan dari Kinan, terkecuali, Lidya masa bodoh tanpa mempedulikan perasannya.
“Kita sesama perempuan….kita sesama perempuan tidak bodoh….dan kita sesama perempuan berpendidikan…Seharusnya kamu tau, mengerti dan paham, bahwa kamu tidak bisa menikah dengan Aris tanpa persetujuan dari saya….Terkecuali kamu masa bodoh tidak bisa mengerti dengan perasaan saya….Kalau memang mau menjaga perasaan saya, kenapa kamu selingkuh dengan suami saya? Yang kamu jaga itu bukan perasaan saya melainkan kepentingan kamu sendiri”.
“Kita ini manusia yang lahir dari rahim seorang perempuan dan mungkin suatu saat kamu akan melahirkan seorang anak dari rahim kamu sendiri….Kamu akan rawat dia dengan cinta, menjaga dia dengan kasih sayang, membesarkan dengan doa dan berharap dia akan bertemu dengan seorang laki-laki yang akan merawat, menyayangi dia serta mengayomi dia seutuhnya….Itu harapan Ibu saya ke saya dan Raya. Tapi ternyata, saya malah bertemu, menikah dan mempunyai anak dari seorang laki-laki yang salah…kebayang ga bagaimana perasaan orang tua saya?”.





