JAKARTA – Serial Layangan Putus Episode 9, Kinan membuntuti Aris yang awalnya pamit mengaku kekantor, padahal malah menjemput Lidya lalu ke apartemen.
Sesampainya di basment apartemen, Kinan melihat Aris dan Lidya keluar dari mobil menuju ke apartemen Lidya.
Mereka pun bermesraan, tiba-tiba saja ada telepon dari resepsionis yang menginformasikan bahwa mobil Lidya kena tabrak.
Mereka pun bergegas keluar apartemen sambil bergandengan tangan. Sesampai diluar, mereka kaget melihat Kinan sudah berada di situ.
Kinan pun langsung menghampiri mereka dan mengatakan ke Aris, bahwa demi wanita (Lidya) ini Aris rela kehilangan Reno, Raya dan dirinya.
Dengan wajah kesal, Kinan pun langsung menampar wajah tampan Aris. Namun, Aris malah balik mengatakan bahwa dirinya lebih memilih Lidya daripada Kinan lalu menyuruh Kinan pergi.
Sambil meneteskan air mata, Kinan mengiyakan apa yang dikatakan Aris seraya mengembalikan cincin pernikahan mereka.
Kinan semakin terpuruk dengan masalah yang dijalaninya. Iapun meminta nasihat serta saran dari sahabatnya.
Sang sahabat pun memberikan semangat pada Kinan. Bahwa Dia harus kuat menghadapi masalah ini dan mengambil keputusan yang terbaik.
Sebenarnya sahabat Kinan berkeinginan agar mereka berpisah saja. Karena perbuatan Aris sudah sangat meghancurkan hidup Kinan.
Para sahabat Kinan tak habis pikir atas keputusan Aris yang meminta kinan agar menerima Lidya didalam hidupnya.
Keinginan Aris agar Kinan bisa menerima Lidya akan terwujud hanya dengan cara mendekati Raya. Hal itu disampaikan Lidya ke Aris.
Mereka tidak bisa meyakinkan Kinan untuk bisa berpoligami, Cara satu-satunya harus melalui Raya.
Akhirnya Aris menyetujui saran dari Lidya.
Aris menelepon Kinan meminta Raya bisa menginap beberapa hari di apartemen Lidya. Kinan menyetujui permintaan Aris.
Keesokan hari, Aris dan Lidya menjemput Raya. Raya pun kaget ada Lidya di mobil Aris.
Setiba di apartemen Aris menyatakan ke Raya bahwa dia sudh tinggal bersama Lidya.
Aris akhirnya jujur ke Raya mengenai hubungannya dengann Lidya.
Mengetahui itu, Raya pun merasa sedih, Ia terpikir akan nasib Ibunya yang harus diduakan. Hal itu ditanyakan langsung Raya ke Aris.







