Kandungan nutrisi mikro sebanyak 7 kali vitamin C jeruk, 4 kali vitamin A wortel, 4 gelas kalsium susu, 3 kali potassium pisang, dan protein dalam 2 yoghurt. Oleh karena itu kelor berpotensi sebagai minuman probiotik untuk minuman kesehatan, atau ditambahkan dalam pangan gizinya.
Selain daun dan buah, biji kelor juga dapat diolah menjadi tepung atau minyak sebagai bahan baku pembuatan obat dan kosmetik yang bernilai bernilai tinggi.
Disamping itu, fungsinya sebagai koagulans dan penjernihan air permukaan (air kolam, air sungai, air danau sampai ke air sungai).
Hasil penelitian juga membuktikan bahwa daun kelor sama sekali tidak mengandung zat yang berbahaya bagi tubuh.
Sebuah penelitian lain menyebut, daun kelor mengandung pterigospermin yang bersifat merangsang kulit, sehingga sering kali digunakan sebagai param yang menghangatkan dan mengobati kelemahan anggota tubuh, seperti tangan atau kaki. Apabila daun segarnya dilumatkan, lalu dibalurkan pada bagian tubuh yang lemah, maka bisa mengurangi rasa nyeri karena bersifat analgesik.
Daun kelor juga berkhasiat sebagai pelancar ASI, seorang ibu yang menyusui dianjurkan mengkonsumsi daun kelor yang disayur. Remasan daun kelor bisa dipakai sebagai param penutup bekas gigitan anjing dan dapat dibalurkan pada payudara ibu yang menyusui untuk menahan menghancurkan ASI yang berlebihan.
Banyaknya khasiat dan manfaat ini bisa jadi, tanaman ini nantinya akan “masuk” ke Istana Negara seperti halnya tanaman porang yang beberapa waktu lalu di bahas dalam kabinet.



