PALU – Beredar di Media Sosial sebuah video seorang pria berkemeja lengan panjang dengan mengenakan masker mengamuk saat rapat. Terlihat dalam video yang berdurasi 3 menit itu, pria tersebut marah dan menjatuhkan beberapa meja di dekatnya.
Melansir Beritabeta.com, Senin (4/3), ternyata pria tersebut merupakan seorang anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah bernama Sukri Wailissa dari PKB.
Ia mengamuk saat rapat pembahasan penanganan wabah corona bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 di daerah tersebut.
Rapat itu digelar pada Kamis, 30 April lalu yang di pimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tengah Kace Haurisa dan dihadiri Sekda Malteng serta sejumlah pimpinan OPD terkait.
Sukri dalam video tersebut mengaku, kesal dengan kebijakan yang ditempuh Pemkab Malteng dalam menangani berbagai masalah yang terjadi di tengah masyarakat pasca mewabahnya Covid-19 di daerah ini.
“Dalam kondisi ini eksekutif dong seng (mereka tidak) ikhlas lihat daerah ini. Saudara Bupati tidak ikhlas dalam melihat masalah ini. Kalau saudara Bupati ikhlas pasti tidak mungkin langkah yang dilakukan seperti ini. Hari ini kita sudah melakukan pertemuan seperti ini sebanyak tiga kali. Tapi apa hasil dari pertemuan-pertemuan itu? Buang-buang energi, “teriak Sukri dengan nada tinggi dalam rapat tersebut.
Akibat tidak bisa mengandalikan emosi, suasana rapat yang dimimpin Kace Haurisa ini kemudian mendadak menjadi ricuh, setelah Sukri berdiri dan menjatuhkan sejumlah dokumen serta membanting dua buah meja di depannya.
“Katong (kita) datang kesini katong tahu regulasi, katong panggil gugus kesini bukan untuk katong bicara main-main, tapi bagimana katong mencari solusi dan menjawab apa yang menjadi harapan bagi masayarakat pimpinan,” teriak Sukri sambil melempar sejumlah peralatan di atas mejanya ke arah pimpinan rapat.
Sukri berdiri dalam kondisi tidak kontrol dan berteriak menyebut DPR adalah barang “parlente-parlente saja,”. Sukri juga mengeluhkan banyaknya masyarakat yang meminta sentuhan dari pemerintah dan meminta pimpinan DPRD Maluku Tengah agar bisa menghadirkan Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua, SH dalam rapat-rapat pembahasan dengan agenda seperti ini.
“Lembaga ini tidak dihiraukan sama sekali pimpinan. Tiga kali katong lakukan pertemuan tapi hasilnya apa? Katong juga capek pimpinan. Tiap saat katong dihubungi oleh masyarakat. Hand phone terus bunyi ditelpon dan di- SMS jadi tolong pimpinan buka mata dan buka hati, ” teriak Sukri yang juga Ketua Komisi 2 DPRD Malteng itu.
Sukri megaku sikap yang dilakukan dirinya dalam rapat itu, karena kesal. Ia juga meminta agar rapat seperti itu tidak lagi digelar kalau tidak membuahkan hasil apa-apa.
“Kamong (kalian) taku bupati seng kasih kamong pung proyek? Kalau bagini mari katong buka-bukaan. Boleh katong utamakan katong pung kepentingan, tapi jangan sampai mengorbankan kepentingan masyarakat. Apakah katong tunggu masyarakat mati dolo? Heee…mudah-mudahan kamong samua yang diam ini kamong pung keluarga semua kenal virus,” teriak Sukri dengan emosi sambil melontarkan sumpah serapah.
Video ini juga diunggah secara live oleh rekan Sukri di DPRD Maluku Tengah, Djailani Tomagola dari PD, melalui akun facebooknya pada 30 April 2020. [***]
Simak Videonya!



