Dia mengaku tidak berniat sama sekali untuk meresahkan dan mengingatkan akan kejadian tsunami yang menelan ratusan korban jiwa di pantai tersebut.
Video tersebut lalu menjadi viral dan dibagikan ke group WA lainnya dan mendapat berbagai komentar. Ada di antaranya yang mengatakan bahwa video tersebut hoax dan hasil editan.
Rudini menegaskan, bahwa video tersebut benar, tidak ada editan atau rekayasa. Bahkan dirinya menantang netizen untuk membuktikan keaslian video tersebut.
“Mari kita buktikan. Kalau video tersebut hoax, di mana buktinya diedit,” katanya.
Saat ini, kata dia, video aslinya masih tersimpan di story WhatsApp dan galeri HP-nya.
Rekannya, Moh. Fachry pun menunjukan detail video yang berjudul VID-20190818-WA0017, waktu 18/8/2019, pukul 6:22 PM, jenis video/mp4, durasi 00:08, resolusi 640×360, dan ukuran 1,06Mb. (MAL)




