
DONGGALA – Anjloknya harga Tandang Buah Segar (TBS) kelapa sawit saat ini membuat membuat para petani di Desa Ngovi, Kecamatan Riopakafa, Donggala menjerit.
Menurut warga setempat Siti Marwah, anjloknya harga TBS kelapa sawit tersebut sangat mempengaruhi kondisi perekonomian masyarakat di Desa Ngovi.
Pasalnya, rata-rata masyarakat di wilayah itu menggantungkan hidupnya dengan berkebun sawit.
“Jika harga sawit anjlok seperti ini, maka bisa di pastikan masyarakat akan kesusahan mendapat uang untuk memenuhi kebutuhan sehari – harinya,” ungkap Siti Marwah Kamis (13/12/18).
Ia menyebutkan, harga sawit saat ini hanya Rp 900, namun dikabarkan bulan depan akan turun lagi hingga Rp.700 rupiah/kilo nya.
Dengan harga itu lanjutnya, para petani kelapa sawit akan semakin terjepit. Sebab upah para pekerja di wilayah itu juga terhitung mahal sehingga harga butuhan sehari-hari mereka.
buah tidak dapat menutupi ke
“Lahan kelapa sawit disini kebanyakan berada di pegunungan, olehnya sewa angkut dari kebun ke jalan raya itu setengah harga sawit. Belum lagi sewa orang panen. Tentunya kita tidak dapat apa-apa dari hasil panen sawit kami, malahan rugi,” ujarnya. (YP)

