Donald Trump Makin Dikucilkan, DPR AS Siapkan Pemakzulan Kedua

Bagikan Artikel Ini

WASHINGTON — Sejak kemenangan pada Pilpres Amerika Serikat (AS) yang digelar pada bulan November 2020 dan dimenangkan oleh Joe Biden, kini nasib malang menimpa Donald Trump yang sejatinya masih menjabat sebagai Presiden AS sebelum pelantikan Joe Biden digelar.

Pasalnya, banyak pendukung Trump yang berbalik arah menyerang ke markas Kongres AS, The Capitol, Rabu (6/1), seperti dilansir CNBCIndonesia.com, Senin (11/1).

Baca Juga: Mengenal Sosok Joe Biden, Presiden AS Tertua Sepanjang Sejarah

Selain diserang para pendukkungnya sendiri, Trump pun tak bisa kembalki berbicara di media sosial melalui akun pribadinya di Twitter.

Hal itu disebabkan akun pribadinya disuspen permanen oleh pihak Twitter setelah menghasut kekerasan dan menimbulkan kekisruhan publik. Tak hanya itu, Trump pun tak bisa berkomunikasi dengan para pendukungnya usai teriakan pemecatan dirinya dari kursi nomor satu di AS meningkat.

Pemecatan tersebut kian melonjak tak hanya dari kalangan Partai Demokrat, namun juga dari Partai Republik yang berkuasa di Senat AS yang mengusungnya pada Pilpres AS 2020.

Hal ini tentu tak berbeda jauh dengan peristiwa pemakzulan Trump pada beberapa waktu lalu. Kini, ide pemakzulan itu kembali muncul dan hal tersebut kembali diinisiasikan oleh DPR AS yang didominasi Partai Demokrat.

Pada pemakzulan kedua ini, DPR AS yang dimpimpin Nancy Pelosi ini menuntut Trump yang diduga telah menghasut massanya untuk memberontak. Penyerangan yang terjadi dan dilakukan oleh simpatisan Trump pada pekan lalu menewaskan lima orang, termasuk seorang polisi.

Melansir CNBCIndoneisa.com, Senin (11/1), Trump juga tampak semakin terisolasi dalam pemerintahannya sendiri. Trump tidak memeriksa Mike Pence yang juga wakilnya, selama pengepungan dan mereka tidak berbicara sejak itu.

Tak hanya itu, dua sekretaris kabinet juga telah mengundurkan diri. Menteri Keuangan Steven Mnuchin juga telah mempersingkat perjalanan ke luar negeri untuk memfasilitasi transisi ke pemerintahan Joe Biden yang akan dilantik pada 20 Januari 2021.

Beberapa menteri yang mundur di antaranya Eliene Chao, Menteri Transportasi, yang memutuskan mengundurkan diri pada Kamis (7/1) sore waktu setempat. Hal itu terkonfirmasi dari sebuah pesan yang diposting ke Twitter-nya. Ia mengklaim keputusan ini diambil karena rasa terusik yang besar terhadap apa yang terjadi di Capitol.

Selain itu ada Betsy DeVos, Menteri Pendidikan. Dalam sebuah pernyataan, DeVos menyatakan pengunduran dirinya dengan mengatakan kekerasan di Capitol Hill Rabu adalah “titik perubahan”.

Sebelumnya, Wakil Presiden AS Mike Pence juga dikabarkan akan menghadiri pelantikan Presiden AS terpilih Joe Biden, sebagaimana disebutkan oleh seseorang sumber pemerintahan kepada NBC News.

Keputusan Pence untuk menghadiri upacara pelantikan Biden di The Capitol AS pada 20 Januari mendatang semacam menjadi ‘oase’ bagi publik sejak kerusuhan yang mengguncang Washington pekan lalu.

Pada Jumat, Trump mengatakan dia tidak akan menghadiri pelantikan Biden, langkah yang tampaknya semakin melemahkan pesan presiden soal “pemulihan dan rekonsiliasi”
nasional, sehari sebelumnya.

loading...

Bagikan Artikel Ini

Komentar

Masih Hangat