Skrol untuk membaca pos

Asgar Ali Djuhaepa: Tidak Ada Alasan Pertahankan Mansur Lataka

Muh. Rifai
Asgar Ali Djuaepa, Komisaris Utama PT. Pembangunan Sulawesi Tengah, Perusahaan Daerah (Perusda). FOTO: Istimewa
A-AA+A++

Menyikapi penangkapan Mansur Lataka Direktur PT Tambang Batu Sulteng (PT TBS) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi Moutong terkait penambangan ilegal di Desa Posona, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong pada tahun 2022 lalu, direspon Asgar Ali Djuhaepa selaku Komisaris Utama PT. Pembangunan Sulawesi Tengah, Perusahaan Daerah (Perusda).

Kepada wartawan, Asgar Ali Djuhaepa mengaku baru mengetahui informasi penahanan Mansur Lataka oleh Kejari Parimout dari pemberitaan media yang ramai sejak beberapa hari lalu.

“Berita ini baru saya tahu dari media, karena minggu lalu cek dengan salah satu direksi PT TBS tentang berita Mansur Lataka ditahan katanya tidak benar. Saya dengar minggu lalu beliau (Mansur Lataka) ada di Jakarta,” ujar Asgar Djuhaepa melalui pesan whatsaap kepada media ini, Ahad (02/06/2024).

“Kalau memang sudah ditahan lagi, maka sudah tidak ada alasan mempertahankan beliau (Mansur Lataka), maka akan dimundurkan atau mengundurkan diri,” tegas Asgar.

Mantan Anggota DPRD Sulteng ini menyampakan, dalam waktu dekat PT Pembangunan Sulteng akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), untuk membahas perkembangan terkini perusahaan.

“Kebetulan kita mau RUPS bulan ini, tinggal tunggu surat penyampaian dari komisaris PT TBS untuk penguatan pengambilan keputusan dari peristiwa tersebut,” tandasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, salah satu pelaku bisnis dan lawyer asal Sulawesi Tengah (Sulteng), Fahri Timur meminta kepada Mansur Lataka untuk mundur dari jabatannya sebagai Dirut di PT TBS agar perusahaan itu tidak terganggu dengan urusan hukum yang menimpa dirinya.

“Sebagai pebisnis, seharusnya Mansur Lataka tahu betul apa resiko yang dialami perusahaan jika dirutnya sudah ditahan karena masalah hukum. Karena itu, saya minta Mansur Lataka berbesar hati untuk mundur dari jabatannya sebagai dirut di PT BTS,” ujar Fahri Timur melalui pesan whatsapp, Ahad (02/06/2023).

Jika Mansur Lataka bersi keras tidak mau mundur dari jabatannya, maka komisaris dan direksi PT TBS bisa segera melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) untuk memberhentikan Mansur Lataka dari jabatannya sebagai dirut.

Berita Lainnya

Mansur Lataka Ditahan di Lapas Parigi
Pasca Ditahan, Mansur Lataka Diminta Mudur Sebagai Dirut PT TBS