WhatsApp Image 2026-10-26 at 23.12.47

Kampanye BerAmal di Desa Dwipa Karya, Warga Keluhkan Minimnya Fasilitas Kesehatan

Muh. Rifai
A-AA+A++

Ratusan masyarakat hadiri kampanye Koalisi BerAmal (Bersama Ahmad Ali – Abdul Karim Aljufri) dan dialog di Desa Dwipa Karya, Kecamatan Simpang Raya, Sore hari 29/09/2024.

Pertemuan ini dilaksanakan oleh Koalisi BerAmal Kabupaten Banggai dan Dihadiri Oleh beberapa tokoh partai politik perwakilan partai politik koalisi beramal Provinsi Sulteng ulfah astrianti mustapa dari DPW PKB, Stivan Helmy Sandagang dan Sonny Lahati perwakilan DPD partai gerindra sulteng, Dr kasman kasim S.P, M.P dan shilvyana Rekomendasi DPD Partai PAN , Perwakilan Partai PKN Arifin Aslam dan Saharudin Ahaba dari DPW Partai PRIM Sulteng.




Dalam pelaksaannya, tim koalisi BerAmal disambut dengan meriah oleh masyarakat Desa Dwipa Karya dengan penampilan budaya dan musik tradisional.

Kegiatan ini juga hadiri oleh anggota legislatif kabupaten banggai dapil 2 Sienjte Nayoan dari partai nasdem dan Oktavianus habi dari partai PKB.

Pada dialog dengan masyarakat Ripaldi Atnal Farizi perwakilan pemuda desa Dwipa Karya menyampaikan keresahannya terkait rumah singgah untuk masyarakat yang ingin bereboat dan sekolah di kota palu nantinya.

Pertanyaan ini dijawab lansung oleh ketua koalisi beramal kabupaten banggai batia sisilia hadjar bahwa kedepannya jika ahmad ali terpili rumah jabatan gubernur akan bliau fungsikan untuk menjadi rumah singga bagi masyarakat yang membutuhkan rumah singga sementara di kota palu.

“Kedepanya jika terpilih menjadi gubernur bapak ahmad ali telah berkomitmen untuk menjadikan rumah jabatan gubernur sebagai rumah singga masyarakat yang membutuhkan rumah inap sementara bagi yang membutuhkan” tegas batia.

Ruslan salahsatu tokoh masyarakat desa Dwipa Karya juga mengeluhkan minimnya fasilitas kesehatan didesanya yang di fasilitasi oleh puskesmas setempat dan akses rumah sakit yang cukup jauh untuk berobat.

“Didesa ini fasilitas kesehatan sangat minim, biasa obat abis dan kalau mau sewa ambulance masyarakat harus ba bayar bensin dan sopir karna ambulance tidak di tanggung BPJS, semoga perwakilan bapak ahmad ali yang hadir ini bisa kasi selesai persoalan kesehatan yang ada didesa ini,” ucap ruslan.