Skrol untuk membaca pos

5 Komoditas Ini Punya Pangsa Pasar Global yang Tinggi

Muh. Rifai
Udang Vaname. Foto: Dok KKP
A-AA+A++

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menawarkan solusi untuk mengembangkan sub-sektor perikanan budidaya secara produktif dan ramah lingkungan. Khususnya untuk 5 komoditas potensial yakni udang, kepiting, lobster, nila salin, dan rumput laut, yang memiliki pangsa pasar global yang tinggi.

“Kenapa lima komoditas itu? Karena memiliki pangsa pasar yang tinggi sehingga akan berperan penting pada pertumbuhan ekonomi Indonesia dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu, dalam keterangan tertulis KKP, Minggu (15/10/2023) seperti dilansir laman resmi KKP.

Dalam Focus Group Discussion (FGD) Pembangunan Perikanan Budi Daya Berkelanjutan Mendukung Ketahanan Pangan Nasional. Tb Haeru mengatakan, merujuk data Future Market Insights 2023, potensi pasar udang global diperkirakan mencapai nilai USD60,4 miliar tahun ini, dan akan meningkat menjadi USD123,8 miliar pada 10 tahun ke depan. Sedangkan pasar rumput laut global diperkirakan mencapai nilai USD7,79 miliar tahun ini dan akan meningkat menjadi USD19,66 miliar pada 2033.

Kemudian ikan nila global nilainya mencapai USD13,9 miliar tahun ini dan akan meningkat menjadi USD21,6 miliar sepuluh tahun ke depan. Lalu kepiting mencapai nilai USD0,8792 miliar pada tahun 2023 dan akan meningkat menjadi USD1,5161 miliar pada tahun 2033. Terakhir lobster juga memiliki potensi pasar luar biasa diperkirakan mencapai nilai USD7,2 miliar sampai akhir tahun nanti.

Di tengah besarnya potensi pasar tersebut, sambung Tebe, terdapat sejumlah tantangan pengembangan perikanan budidaya nasional. Di antaranya inovasi teknologi pengembangan pakan alternatif pengganti tepung ikan dari bahan baku lokal dan pakan alami. Selain itu inovasi pengembangan kajian rekayasa mitigasi atas dampak perubahan iklim dalam budidaya ikan.

Untuk itu dia mengajak perguruan tinggi bersama-sama pemerintah menghadirkan inovasi-inovasi menjawab tantangan tersebut. KKP sejauh ini sudah mengambil sejumlah langkah strategis di antaranya membangun modelling Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah. Kemudian tengah membangun modelling budidaya untuk nila salin dan rumput laut. KKP juga memiliki program kampung perikanan budidaya untuk menyokong penguatan produksi pembudidaya di sejumlah daerah.