Penerimaan Pajak Januari 2024 Capai Rp149,25 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, penerimaan pajak mencapai Rp149,25 triliun pada Januari 2024 atau setara 7,5% dari target APBN. 

Pendapatan perpajakan sebagian besar berasal dari pajak penghasilan (PPH) nonmigas sebesar Rp83,69 triliun, disusul pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar Rp57,76 triliun, dan pajak bumi dan bangunan (PBB) sebesar Rp810 miliar. Sebaliknya, penerimaan PPH migas sebesar Rp6,99 triliun atau setara 9,15% dari target APBN.

Dalam konferensi pers APBN edisi Februari 2024, Menteri menyoroti tren peningkatan penerimaan pajak bruto. Meskipun terdapat perkiraan pertumbuhan penerimaan pajak yang tinggi antara tahun 2021 dan 2022, situasi penerimaan pajak saat ini tetap positif. 

Lebih lanjut, Menkeu menggarisbawahi positifnya kegiatan perekonomian yang tercermin dari kemajuan penerimaan PPN dalam negeri dan impor, serta peningkatan penerimaan PPK 21 sebesar 18,9%.

Dari sisi sektoral, sektor perdagangan menonjol dengan kontribusi sebesar Rp38,8 triliun atau 26,6% terhadap total pendapatan, disusul oleh industri pengolahan, jasa keuangan, dan sektor pertambangan. 

“Semua sektor berkontribusi positif terhadap penerimaan pajak”, ujarnya.