oleh

Isoman Bareng Orang Tua, Bocah ini Tidak Sadar Kedua Orang Tuanya Sudah Meninggal Gegara COVID-19

Terlepas mereka-mereka yang menderita COVID-19 saat ini menjalani langkah isolasi mandiri (ISOMAN), namun faktanya langkah ini tidak menjamin sama sekali bahwa penderitanya tersebut akan bisa sembuh total.

Dan hal inilah yang lagi-lagi terjadi baru-baru ini terhadap 1 keluarga di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Bahkan untuk kasus 1 keluarga yang sedang viral ini, berujung pada kematian kedua orang tua dari anak tunggal laki-laki mereka.

Untuk lebih jelasnya, silahkan simak saja dulu unggahan video berikut ini.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by SEMUA BERITA LENGKAP DISINI (@infoin_fakta.id)

Meninggal Karena ISOMAN

Ya seperti yang kita lihat dari unggahan video akun Instagram infoin_fakta.id, kedua orang tua dari bocah bernama Vino, meninggal dunia dengan berselang 1 hari saja satu sama lainnya setelah melakukan isoman di rumah mereka.

Si ibu kandung, meninggal dunia 19 Juli 2021 lalu sedangkan ayahnya, 20 Juli 2021. Namun mirisnya seperti yang juga dilansir dari Merdeka, ketika keduanya meninggal, Vino yang sekali lagi, juga melakukan isoman bersama mereka, malah justru tidak sadar sama sekali.

Alhasil, kini Vino isoman seorang diri di rumahnya yang berlokasi di kawasan Kampung Linggang Purwerejo, RT 04 Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat. Sebenarnya, sebelum meninggal, ibunda Vino sudah berusaha keras untuk mendapatkan rujukan rumah sakit.

Namun sayangnya, nyawanya tetaplah tidak terselamatkan. Gara-gara melihat ini plus, stress pula dengan seluruh keadaan, alhasil ayahnya pun menyusul sang istri keesokan harinya. Ya sekali lagi, betapa mirisnya nasib Vino ini.

Bupati Tertarik Mengasuh

 

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

A post shared by Akun gosip (@insta_julid)

Tapi untunglah ada secercah harapan bagi Vino. Jadi melansir laporan Detik.com beberapa jam lalu, Bupati Kutai Barat, FX Yapan, mengutarakan niatan baiknya untuk mengadopsi Vino.

“Saya prihatin atas kejadian ini dan saya sudah mengirim orang untuk menemui keluarga anak ini dan meminta langsung kepada mereka agar Vino bisa tinggal bersama kami di Kubar,” tukasnya.

Namun sayangnya, keinginan Yapan tersebut tidak terkabulkan karena, keluarga besar Vino lebih memilih untuk membawanya ke rumah neneknya yang berada di Sragen, Jawa Tengah. Walau demikian si pak Bupati menghormati keputusan keluarganya.

Bahkan Yapan bersiap untuk membelikan semua keperluan Vino agar bisa sampai ke rumah neneknya.

“Semua keputusan ada di tangan keluarga besar mereka, namun pada intinya saya siap menerima Vino di rumah saya jika ia mau melanjutkan belajar di Kutai Barat. Saya dan istri sudah sepakat siap menerima Vino hidup bersama kami,” ucap Yapan.

Apapun keputusannya, semoga semuanya bisa menjadi yang terbaik bagi Vino.

Komentar

Masih Hangat