Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Tengah mengganti Ketua DPW. Syafiah Basir kini dipercaya memimpin kepengurusan partai di tingkat provinsi, menggantikan Agus Lamakarate.
Pergantian tersebut disampaikan dalam konferensi pers bersama pengurus DPW PSI Sulawesi Tengah, Senin 29 September 2026 di salah satu Caffe di Kota Palu.
Meski keputusan pergantian sudah disampaikan kepada publik, Surat Keputusan (SK) resmi dari DPP PSI masih dalam proses penerbitan.
Perubahan kepemimpinan ini menjadi bagian dari langkah PSI Sulteng untuk memperkuat mesin partai menghadapi agenda politik 2027 hingga Pemilu 2029.
Agus Lamakarate sendiri tetap berada di jajaran pimpinan partai. Ia menyatakan menerima keputusan tersebut dan siap membantu kepengurusan baru menjalankan agenda organisasi.
“Siapa pun yang dipercaya memimpin, saya pribadi legowo, mendukung penuh, dan tetap semangat membantu tim mencapai tujuan bersama,” ujar Agus.
Dijelaskan, pergantian ketua bukan karena persoalan kinerja Agus. Perubahan tersebut merupakan bagian dari strategi organisasi untuk menggabungkan berbagai potensi dan mempercepat gerak mesin partai.
Di bawah kepemimpinan baru, PSI Sulteng langsung memasang sejumlah target. Partai ini menargetkan lolos verifikasi pada 2027 dan memenangkan pertarungan politik pada Pemilu 2029.
Untuk Sulawesi Tengah, target yang dipasang cukup jelas, yakni meraih dua kursi DPR RI serta mendapatkan kursi pimpinan DPRD di 13 kabupaten/kota.
Karena itu, konsolidasi struktur menjadi pekerjaan pertama yang akan dikebut.
Dari 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah, tujuh DPD disebut telah memenuhi syarat 70 persen dan siap melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda).
Rakerda di Kota Palu, Sigi dan Donggala telah diselesaikan. Selanjutnya, konsolidasi akan berlanjut di Buol, Poso, Tojo Una-Una dan Banggai.
Ketua DPW PSI Sulawesi Tengah, Syafiah Basir, mengatakan kepemimpinan baru akan membawa dua agenda utama, yakni memperkuat struktur organisasi serta memperluas kaderisasi.
Ia ingin struktur DPD, DPC hingga DPRt tidak hanya dibentuk untuk memenuhi persyaratan administratif, tetapi benar-benar menjadi mesin partai yang bekerja di lapangan.
“Ini bukan sekadar pergantian nama di atas selembar SK. Ini adalah bentuk reafirmasi komitmen kita terhadap cita-cita Sulawesi Tengah,” kata Syafiah.









