Skrol untuk membaca pos

Bukan Minta Bayaran Sama dengan Artis Nasional, Adista Jelaskan Alasan Tolak Tawaran Manggung di HUT Kota Palu ke-48

Muh. Rifai
A-AA+A++

Gitaris Adista, Akbar, memberikan klarifikasi terkait polemik tawaran manggung dalam rangkaian HUT ke-48 Kota Palu.

Melalui akun Instagramnya @akbaradista, Akbar menegaskan, Adista tidak pernah meminta bayaran yang disamakan dengan artis nasional yang tampil dalam acara tersebut.

Menurut Akbar, persoalan sebenarnya bukan soal ingin mendapatkan bayaran seperti artis utama. Adista hanya mempertimbangkan biaya yang harus dikeluarkan untuk membawa seluruh tim saat tampil.

Akbar menjelaskan, Adista mendapat tawaran tampil dengan anggaran Rp3 juta. Setelah dipotong pajak 2 persen, uang yang diterima bersih disebut menjadi Rp2,94 juta.

Pihak Adista, kata Akbar, juga tidak langsung menolak tawaran tersebut. Manajemen sempat mencoba melakukan negosiasi agar nominalnya bisa dinaikkan. Namun, setelah diketahui anggaran untuk band lokal Palu sudah ditentukan, Adista akhirnya memilih tidak mengambil tawaran tersebut.

Akbar kemudian menjelaskan perhitungan biaya tim Adista.

Menurutnya, Adista memiliki 12 orang dalam tim, terdiri dari lima personel, lima kru, satu soundman FOH dan satu manajer.

Untuk lima kru, masing-masing biasanya mendapat Rp500 ribu. Total biaya untuk kru mencapai Rp2,5 juta.

Sementara satu soundman membutuhkan biaya sekitar Rp1 juta.

Artinya, biaya untuk lima kru dan satu soundman saja sudah mencapai Rp3,5 juta. Jumlah itu belum termasuk bayaran untuk personel Adista dan manajemen.

Karena itu, Akbar mengatakan nominal Rp3 juta belum mencukupi kebutuhan dasar tim mereka.

Ia juga menanggapi komentar warganet yang menyebut Adista tidak tahu diri karena menolak tawaran tersebut dan dianggap ingin mendapatkan bayaran seperti artis utama.

Akbar menegaskan anggapan tersebut tidak benar.

“Padahal kami sama sekali tidak pernah minta disamakan dengan yang utama, tetapi hanya minta dihargai saja,” tulis Akbar dalam klarifikasinya.

Menurut Akbar, Adista tetap memahami posisi mereka sebagai band lokal yang berasal dari Kota Palu. Mereka juga memiliki keinginan untuk memberikan dukungan ketika mendapat kesempatan tampil di kota sendiri.

Namun, menurutnya, ada sejumlah orang yang bekerja di belakang Adista dan tetap harus mendapatkan bayaran.

Klarifikasi tersebut sekaligus menjadi penjelasan Akbar mengenai alasan Adista menolak tawaran tampil dalam rangkaian HUT ke-48 Kota Palu.

Berita Lainnya

Fix! Ari Lasso, Lyodra, Hadad Alwi dan Siti Badriah Meriahkan HUT ke-48 Kota Palu
Bocoran Bintang HUT ke-48 Kota Palu, Ada Ari Lasso dan Lyodra
Irfan Tandi dan Duka di IMIP, Akbar Masih Dicari