Skrol untuk membaca pos

Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman Dihadapkan pada Masalah Cedera dan Target Juara

Muh. Rifai
John Herdman hampir finalisasi skuad Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026. Foto: Ai
A-AA+A++

Jarak waktu dari operasi menuju pertandingan pertama Indonesia di FIFA ASEAN Cup memang cukup singkat. Karena itu, keputusan mengenai Marselino tidak bisa hanya berdasarkan nama besar atau kebutuhan taktik.

Kondisi fisiknya harus menjadi pertimbangan utama.

Jika belum mencapai level kebugaran yang dibutuhkan, memaksanya kembali terlalu cepat tentu bukan pilihan ideal. Sebaliknya, jika perkembangan rehabilitasinya positif dan tim medis memberikan lampu hijau, peluangnya tetap perlu dipertimbangkan.

Di sinilah pekerjaan Herdman menjadi lebih rumit. Ia harus menyeimbangkan kebutuhan tim dengan kondisi fisik pemain.

Jay Idzes Ikut Menambah Kekhawatiran

Masalah cedera juga menyentuh pemain penting lainnya.

Jay Idzes mengalami masalah dalam pertandingan Sassuolo melawan Juventus. Bek tengah tersebut ditarik keluar pada menit ke-81 setelah mengalami cedera, meski Sassuolo akhirnya meraih kemenangan. Kondisi Idzes kemudian menjadi salah satu hal yang dipantau menjelang pemanggilan skuad Indonesia.

Bagi Herdman, situasi ini jelas tidak ideal.

Jay bukan sekadar pilihan di lini belakang. Ia juga menjadi salah satu pemain yang diproyeksikan sebagai pemimpin pertahanan sekaligus figur penting di ruang ganti.

Karena itu, perkembangan kondisinya dalam beberapa hari ke depan bisa berpengaruh langsung terhadap susunan akhir skuad.

Target Indonesia Tetap Tinggi

Di tengah persoalan kesehatan tersebut, ambisi Indonesia tidak berubah.

FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan turnamen perdana yang mempertemukan 14 negara dalam dua divisi. Indonesia menjadi tuan rumah Division 1 bersama Hong Kong yang menjadi tuan rumah Division 2. Division 1 diikuti delapan tim yang terbagi dalam dua grup.

Indonesia berada di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh.

Status tuan rumah membuat Garuda mendapatkan keuntungan dari dukungan publik sendiri. Namun, keuntungan tersebut juga datang bersama tekanan.

PSSI dan publik sepak bola Indonesia tentu berharap status tuan rumah tidak berhenti pada sekadar penyelenggaraan. Ada target untuk membawa Indonesia melangkah sejauh mungkin dan bersaing memperebutkan trofi.

Erick Thohir bahkan mengakui bahwa ekspektasi untuk melihat Indonesia menjadi juara memang ada. Namun, ia juga mengingatkan bahwa negara-negara lain datang dengan persiapan serius.