Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menipis, Sejumlah Bandara Kembali Dibuka

Muh. Rifai
Gunung Anak Krakatau. Foto: Istimewa Via Inkl
A-AA+A++

PVMBG pada pukul 07.49 WIB juga mencatat erupsi baru dengan amplitudo maksimum 48 milimeter dan durasi 19 detik. Erupsi tersebut masuk kategori strombolien atau erupsi kecil.

BMKG turut mencatat gangguan geomagnetik kecil dan sambaran petir vulkanik pada pukul 21.00-23.00 WIB. Aktivitas tersebut disebut mengalami penurunan dibandingkan hari-hari sebelumnya.




Untuk mempercepat pembersihan atmosfer, BMKG bersama BNPB, Kementerian Perhubungan, dan pihak terkait menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 7 September 2026. Operasi menggunakan dua pesawat Cessna Caravan dari Posko Bandara Pondok Cabe dan Halim Perdanakusuma.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto mengatakan OMC telah menjalankan lima sorti penerbangan, terdiri dari satu sorti menggunakan powder NaCl, satu sorti liquid CaCl2, dan tiga sorti penyemprotan watermist. Operasi akan disesuaikan dengan kondisi atmosfer dan sebaran abu.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada. Warga di wilayah terdampak abu vulkanik diminta membatasi aktivitas di luar rumah. Jika harus keluar, masyarakat disarankan menggunakan masker dan kacamata pelindung serta mengikuti informasi resmi BMKG, PVMBG, BNPB, dan pemerintah daerah. ***