Arus permukaan bergerak ke barat daya menuju Samudra Hindia dengan kecepatan 0,4–0,9 knot, sedangkan tinggi gelombang mencapai 0,3–1,2 meter. Untuk 8–13 September, gelombang diprakirakan 0,5–2 meter.
Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan 20 tsunami gauge di sekitar Selat Sunda tidak mendeteksi anomali muka air laut yang mengindikasikan tsunami. Lightning detector dan sensor magnet bumi mencatat peningkatan petir vulkanik serta gangguan geomagnetik pada 00.00–04.00 WIB, tetapi intensitasnya lebih rendah dibanding erupsi 4 September.
BMKG mengimbau warga di wilayah terdampak membatasi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker dan kacamata pelindung, serta memperhatikan kelompok rentan. Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi BMKG, PVMBG, BNPB, dan pemerintah daerah. ***









