Skrol untuk membaca pos

BMKG Pastikan Gerhana Bulan 28 Agustus Tak Teramati

Muh. Rifai
Gerhana Bulan. Foto: Ai
A-AA+A++

Gerhana Bulan terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam konfigurasi hampir sejajar, dengan Bumi berada di antara Matahari dan Bulan. Kondisi tersebut terjadi ketika Bulan berada pada fase purnama. Bayangan Bumi kemudian jatuh ke permukaan Bulan sehingga sebagian atau seluruh permukaan Bulan dapat tertutup bayangan.

Pada Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026, sebagian piringan Bulan masuk ke dalam umbra Bumi. Saat puncak gerhana, bagian Bulan yang berada di dalam bayangan inti Bumi akan tampak lebih gelap. NASA memperkirakan sebagian besar piringan Bulan masuk ke dalam umbra pada saat puncak, sehingga gerhana ini termasuk gerhana sebagian yang cukup dalam.

Bayangan Bumi dalam peristiwa gerhana terbagi menjadi dua bagian, yakni umbra dan penumbra. Umbra merupakan bagian tengah bayangan Bumi yang paling gelap karena cahaya Matahari tertutup sepenuhnya. Sementara penumbra berada di bagian luar bayangan dengan kondisi lebih terang karena hanya sebagian cahaya Matahari yang terhalang.

Perbedaan kedua jenis bayangan tersebut membuat perubahan tampilan Bulan berlangsung secara bertahap. Ketika Bulan mulai memasuki penumbra, perubahan visual relatif sulit dikenali. Tampilan menjadi lebih jelas ketika sebagian piringan Bulan memasuki umbra Bumi.

Meski tidak dapat melihat fenomena tersebut secara langsung dari Indonesia, masyarakat tetap dapat mengikuti rangkaian Gerhana Bulan Sebagian melalui siaran langsung kanal resmi NASA. NASA juga menjelaskan Gerhana Bulan aman diamati secara langsung menggunakan mata tanpa perlindungan khusus, berbeda dengan Gerhana Matahari yang membutuhkan perlindungan mata untuk pengamatan langsung.

Bagi masyarakat Indonesia, fenomena ini menjadi kesempatan untuk mengikuti perkembangan astronomi melalui siaran daring. BMKG juga mengingatkan posisi dan waktu terjadinya gerhana dapat dihitung secara akurat karena peristiwa tersebut berkaitan dengan pergerakan dinamis Matahari, Bumi, dan Bulan.

Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026 menjadi salah satu dari empat peristiwa gerhana yang terjadi sepanjang 2026. BMKG mencatat tahun ini terdapat dua Gerhana Bulan dan dua Gerhana Matahari, dengan Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus menjadi salah satu fenomena yang tidak dapat diamati dari Indonesia. ***

Berita Lainnya

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menipis, Sejumlah Bandara Kembali Dibuka
Abu Vulkanik Anak Krakatau Kepung Jalur Udara Jawa-Sumatra, Ketinggian Capai 50.000 Kaki
Abu Anak Krakatau Capai 50.000 Kaki, Empat Bandara Ditutup
Suara Dentuman Bandung Belum Terpecahkan, Ini Temuan BMKG
Update Gempa NTT: 87 Orang Meninggal, Pengungsi Capai 150 Ribu
BMKG Catat 5.012 Gempa Susulan di Flores, NTT