Skrol untuk membaca pos

PGE Kembangkan Dua PLTP dengan Kapasitas 45 MW

Muh. Rifai
Foto: Arsip Pertamina
A-AA+A++

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mempercepat pengembangan energi panas bumi melalui proyek PLTP Ulubelu Bottoming Unit (BU) di Lampung dan PLTP Lahendong Bottoming Unit di Sulawesi Utara. Selain itu, PGE mendapat tugas melakukan survei potensi panas bumi di Cubadak Panti, Sumatra Barat, yang berdasarkan data awal memiliki potensi hingga 77 megawatt electric (MWe).

Rangkaian rencana tersebut disampaikan PGE dalam The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, PGE bersama PT PLN Indonesia Power (PLN IP) dan PT PLN (Persero) menandatangani dua Letter of Intent (LoI) untuk pengembangan pembangkit panas bumi Ulubelu BU dan Lahendong BU.

PLTP Ulubelu BU akan memiliki kapasitas 30 megawatt (MW), sedangkan PLTP Lahendong BU memiliki kapasitas 15 MW. Kedua proyek akan dikembangkan oleh PGE dan PLN IP melalui skema joint venture.

Penandatanganan LoI dilakukan oleh Direktur Utama PGE Ahmad Yani, Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernardus Sudarmanta, dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo. Kegiatan tersebut disaksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi, serta Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan pengembangan dua pembangkit tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memanfaatkan aset panas bumi yang sudah beroperasi.

“Kami menyambut penandatanganan LoI ini dengan penuh optimisme. PLTP Ulubelu dan Lahendong selama ini telah berperan penting dalam penyediaan listrik di Lampung dan Sulawesi Utara,” kata Ahmad Yani mengutip laman keterbukaan informasi BEI.

Menurut Ahmad Yani, tambahan unit tersebut diharapkan dapat menyediakan listrik yang bersih dan andal untuk lebih banyak rumah tangga. Pasokan listrik tambahan juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

PLTP Ulubelu BU dan Lahendong BU menggunakan teknologi binary atau bottoming cycle. Teknologi ini memanfaatkan panas sisa dari pembangkit panas bumi yang sudah beroperasi untuk menghasilkan tambahan listrik.