Di Kota Bima, BNPB mencatat satu kepala keluarga atau enam jiwa terdampak. Guncangan gempa juga dirasakan di Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai Barat, Kota Bima, Kabupaten Bima, Jeneponto, Kepulauan Selayar, dan Maros.
Sementara itu, kerusakan sementara yang telah ditemukan meliputi dua rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang, dua rumah rusak ringan, satu gudang Bulog terdampak, tiga fasilitas umum rusak ringan, dan enam kantor pemerintahan terdampak.
Angka tersebut masih merupakan data sementara. Petugas BPBD bersama unsur terkait terus melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi bangunan dan fasilitas lain yang mungkin terdampak.
Berakhirnya peringatan dini tsunami bukan berarti masyarakat boleh mengabaikan kondisi sekitar. BMKG masih mencatat adanya gempa susulan sehingga warga diminta menjauhi bangunan yang retak atau rusak dan tidak kembali masuk sebelum dinyatakan aman.
Di Nagekeo, penanganan masih berlangsung. Kondisi jalan dilaporkan mengalami kemacetan dan aliran listrik masih padam. Petugas gabungan terus bekerja untuk memastikan kondisi masyarakat dan wilayah terdampak dapat segera ditangani.
Bagi warga Flores dan wilayah sekitarnya, perkembangan gempa susulan menjadi informasi yang perlu diperhatikan. Meski peringatan tsunami sudah berakhir, langkah paling aman adalah tetap mengikuti arahan petugas dan tidak mudah percaya pada kabar yang beredar tanpa sumber resmi.
BMKG meminta masyarakat memperoleh informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG. Sementara BNPB dan pemerintah daerah terus melakukan pendataan serta penanganan dampak gempa di lapangan. ***









