Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Dominasi La Roja Berlanjut di FIFA Power Rankings

Muh. Rifai
A-AA+A++

Bek kanan Pedro Porro menyebut seluruh pemain berkomitmen mempertahankan filosofi permainan sejak pertandingan pertama.

“Kami punya tim yang luar biasa. Kami tampil habis-habisan sejak menit pertama. Kami tetap setia dengan gaya bermain kami, dan saya rasa itu terlihat jelas,” ujar Porro kepada FIFA.




Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Di lapangan, Spanyol benar-benar memainkan sepak bola yang penuh kontrol. Mereka mampu mendikte permainan bahkan ketika tidak sedang menguasai bola. Lawan dipaksa bermain sesuai ritme yang diinginkan La Roja.

Rodri Jadi Otak di Balik Kesempurnaan Spanyol

Jika harus memilih satu sosok paling berpengaruh dalam keberhasilan Spanyol, maka nama Rodri berada di urutan teratas.

Gelandang Manchester City itu bukan hanya memenangkan penghargaan adidas Golden Ball sebagai pemain terbaik turnamen, tetapi juga menjadi pusat dari seluruh sistem permainan Spanyol. Hampir setiap serangan dibangun melalui Rodri, sementara transisi bertahan juga dimulai dari kemampuannya membaca arah permainan lawan.

Rodri menjelaskan bahwa kekuatan terbesar Spanyol adalah kemampuan menghadapi berbagai situasi pertandingan.

“Menurut saya, kami adalah tim yang paling mampu menghadapi berbagai situasi dalam pertandingan. Menekan lawan, menguasai bola, melakukan serangan balik, hingga situasi bola mati. Dalam setiap aspek permainan, Spanyol adalah tim yang paling mampu mengendalikan pertandingan,” katanya mengutip FIFA.

Ucapan tersebut tercermin dari statistik sepanjang turnamen. Ketika tempo harus dipercepat, Rodri menjadi pemain pertama yang mengubah ritme. Saat permainan harus diperlambat, ia juga menjadi pengatur utama sehingga Spanyol tetap menjaga bentuk permainan tanpa kehilangan keseimbangan.

Lamine Yamal dan Nico Williams Tambah Dimensi Baru

Satu lagi perubahan besar dalam permainan Spanyol adalah hadirnya ancaman dari sisi sayap.

Lamine Yamal dan Nico Williams membuat pola serangan La Roja tidak lagi hanya bergantung pada penguasaan bola. Kecepatan keduanya memberikan opsi serangan balik yang mematikan sehingga lawan tidak berani terlalu tinggi menekan.

Kombinasi tersebut membuat Spanyol memiliki variasi serangan yang lebih lengkap dibanding saat menjuarai EURO 2024.

Ketika lawan memilih bertahan, mereka sabar mengalirkan bola. Namun saat ruang terbuka, Yamal dan Nico Williams langsung memanfaatkan kecepatannya untuk menyerang pertahanan lawan.

Berita Lainnya

Barcelona vs Real Madrid: El Clasico Memanas, Vinisius Junior Absen
Jadwal Lengkap UEFA Nations League 2026/2027, 54 Negara Siap Bertanding
Madrid Kembali Menang, Mbappe Sudah Cetak Tujuh Gol
Messi Beli Klub Spanyol, Ini Profil CD Eldense yang Jadi Sorotan
Akademi Jadi Mesin Uang Baru Klub-Klub Spanyol
Deretan Rekor Baru yang Lahir di Piala Dunia 2026