Pada 2010, Mitsubishi menambahkan mesin turbo diesel bersih 3,2 liter yang lebih ramah lingkungan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mengikuti perkembangan teknologi otomotif yang semakin fokus pada efisiensi dan emisi yang lebih rendah.
Namun seperti semua perjalanan panjang, kisah Pajero akhirnya mencapai garis akhir. Pada 2019, Mitsubishi menghentikan produksi Pajero untuk pasar Jepang dan merilis Final Edition sebagai bentuk penghormatan terhadap model legendaris tersebut. Dua tahun kemudian, produksi untuk pasar global juga resmi berakhir.
Selama hampir empat dekade, Pajero telah terjual sekitar tiga juta unit dan hadir di lebih dari 170 negara dan wilayah. Angka tersebut menunjukkan betapa besar pengaruh SUV ini di pasar otomotif dunia.
Meski produksinya telah berakhir, nama Pajero tetap hidup dalam ingatan banyak orang. Bagi sebagian pemiliknya, Pajero bukan sekadar kendaraan yang membawa mereka dari satu tempat ke tempat lain. Mobil ini menjadi saksi perjalanan keluarga, petualangan bersama sahabat, hingga berbagai pengalaman yang sulit dilupakan.
Warisan itulah yang membuat Pajero tetap dikenang hingga sekarang. Sebuah SUV yang lahir dari semangat petualangan, dibesarkan oleh prestasi, dan meninggalkan jejak yang akan selalu menjadi bagian penting dalam sejarah otomotif dunia. (Red)


