Febriana mengatakan sebenarnya mereka mampu mengimbangi permainan lawan, terutama pada gim pertama. Namun kurang tenang saat memasuki poin-poin krusial membuat kesempatan merebut gim pembuka terlepas.
“Di gim pertama kami sebenarnya sudah memegang permainan. Tapi saat poin-poin penting kami kurang sabar dan terlalu terburu-buru ketika unggul. Di gim kedua lawan juga tampil lebih siap,” kata Febriana.
Menurutnya, evaluasi utama yang perlu dilakukan adalah meningkatkan rasa percaya diri, ketenangan, dan fokus saat memasuki akhir pertandingan.
Senada dengan rekannya, Meilysa tetap mensyukuri hasil yang diraih meski belum berhasil membawa pulang gelar juara.
“Kami tetap bersyukur dengan hasil ini. Banyak pengalaman yang kami dapatkan, terutama suasana bermain di partai final. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi,” ujar Meilysa.
Indonesia juga menempatkan wakil di final sektor ganda putra melalui pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. Namun pasangan tersebut juga harus puas finis sebagai runner-up setelah gagal mengalahkan pasangan dari China, Chen Bo Yang/Liu Yi dengan skor 15-21, 19-21.
Dengan demikian, Indonesia menutup turnamen dengan raihan satu gelar juara dari Alwi Farhan serta dua posisi runner-up dari sektor ganda putri dan ganda putra. Hasil ini menjadi modal positif bagi para pemain Indonesia untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya. (Red)







