Skrol untuk membaca pos

Ranking BWF September 2026: Jonatan Christie Nomor Satu, Putri KW Ketujuh

Muh. Rifai
Foto: Ai
A-AA+A++

Peta persaingan tunggal dunia pada ranking BWF September 2026 menghadirkan kabar besar bagi Indonesia. Jonatan Christie menempati posisi nomor satu tunggal putra dengan 87.631 poin, sementara Putri Kusuma Wardani berada di peringkat ketujuh tunggal putri dengan 72.023 poin.

Posisi Jonatan menjadi catatan paling mencolok karena ia berada di atas sejumlah pemain elite dunia. Jonatan mengoleksi 87.631 poin, unggul tipis dari Christo Popov dari Prancis yang mengumpulkan 87.002 poin dan Kunlavut Vitidsarn dari Thailand dengan 86.915 poin.

Di posisi keempat terdapat Chou Tien Chen dengan 86.580 poin, disusul Anders Antonsen (85.405), Shi Yu Qi (84.075), dan Kodai Naraoka (77.540). Alwi Farhan menjadi wakil Indonesia berikutnya di peringkat ke-10 dengan 71.619 poin.

Indonesia juga menempatkan sejumlah pemain lain di 20 besar. Ada Muhamad Zaki Ubaidillah di peringkat ke-28 dengan 44.661 poin, Muhamad Yusuf di posisi ke-46 dengan 34.210 poin, Anthony Sinisuka Ginting di peringkat ke-49 dengan 33.239 poin, serta Prahdiska Bagas Shujiwo di posisi ke-50 dengan 33.113 poin.

Sementara itu, sektor tunggal putri Indonesia dipimpin Putri Kusuma Wardani. Ia berada di peringkat ketujuh dunia dengan 72.023 poin, di bawah An Se Young, Wang Zhi Yi, Akane Yamaguchi, Chen Yu Fei, Ratchanok Intanon, dan Han Yue.

Putri juga menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang masuk 10 besar tunggal putri. Thalita R. Wiryawan berada di peringkat ke-60 dengan 28.981 poin, disusul Mutiara Ayu Puspitasari di posisi ke-76 dengan 24.150 poin dan Ni Kadek D. A. Pratiwi di peringkat ke-79 dengan 23.532 poin.

Nama lain yang tercatat dalam daftar Indonesia antara lain Dalila Aghnia Puteri (113), Chiara M. Handoyo (119), Gregoria Mariska Tunjung (146), Yulia Yosephine Susanto (202), Sausan Dwi Ramadhani (227), Komang Ayu Cahya Dewi (266), hingga Mayla Cahya A. Pratiwi (374).

Rangkaian posisi tersebut menunjukkan Indonesia masih memiliki banyak wakil dalam persaingan tunggal dunia. Namun, konsistensi hasil di turnamen-turnamen berikutnya akan menjadi faktor yang menentukan pergerakan poin dan posisi para pemain dalam ranking BWF selanjutnya. (Red)