Keberagaman tersebut sebenarnya merupakan kekuatan yang luar biasa. Namun potensi besar itu hanya akan memberikan dampak jika mampu dikelola dan dikonsolidasikan dengan baik. Di sinilah peran panitia menjadi penting, bukan sekadar mengatur jalannya acara, tetapi juga memastikan seluruh elemen alumni merasa memiliki ruang yang sama untuk berpartisipasi.
Pendekatan yang inklusif dan humanis menjadi kebutuhan utama. Muswil tidak boleh menjadi forum milik kelompok tertentu. Sebaliknya, forum ini harus menjadi rumah bersama bagi seluruh alumni PMII Sulawesi Tengah, tanpa memandang latar belakang profesi maupun afiliasi masing-masing.
Lebih jauh lagi, Muswil kali ini seharusnya tidak berhenti pada pembentukan kepengurusan baru. Ada pekerjaan yang jauh lebih besar menanti, yakni merumuskan arah strategis IKA PMII Sulawesi Tengah dalam beberapa tahun ke depan.
Sulawesi Tengah saat ini menghadapi berbagai tantangan yang membutuhkan perhatian banyak pihak. Persoalan ekonomi masyarakat, penguatan sumber daya manusia, moderasi beragama, perlindungan masyarakat adat, hingga pengawalan kebijakan publik merupakan beberapa isu yang layak mendapatkan ruang pembahasan serius dalam forum Muswil.
Sebagai organisasi yang dihuni oleh para alumni dengan latar belakang keilmuan dan profesi yang beragam, IKA PMII memiliki modal yang cukup untuk ikut memberikan sumbangsih pemikiran terhadap persoalan-persoalan tersebut. Karena itu, hasil Muswil idealnya tidak hanya berupa nama-nama pengurus baru, tetapi juga rekomendasi yang konkret dan dapat dijalankan.
Harapan tersebut tentu bukan sesuatu yang berlebihan. Sejak awal, PMII dikenal sebagai organisasi kader yang menempatkan tradisi intelektual dan pengabdian sosial sebagai bagian penting dari gerakannya. Nilai-nilai itu seharusnya tetap hidup dan menjadi ruh dalam setiap aktivitas organisasi alumni.
Pada akhirnya, sukses atau tidaknya Muswil tidak hanya diukur dari lancarnya pelaksanaan acara maupun terpilihnya ketua baru. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana forum ini mampu melahirkan gagasan yang relevan, membangun persatuan di kalangan alumni, serta memperkuat peran IKA PMII dalam kehidupan masyarakat Sulawesi Tengah.
Di bawah kepemimpinan panitia yang dinakhodai Isram Said Lolo, banyak pihak berharap Muswil dapat berlangsung dengan suasana yang teduh, demokratis, dan produktif. Jika harapan itu terwujud, maka Muswil kali ini bukan hanya menjadi agenda organisasi semata, melainkan titik awal lahirnya energi baru bagi IKA PMII Sulawesi Tengah untuk mengambil peran yang lebih besar dalam mendorong kemajuan daerah. (Alwi)






