Pasangan ganda putri Indonesia, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi, menunjukkan bahwa kemenangan mereka atas pasangan Korea Selatan Lee So Hee/Baek Ha Na bukanlah kebetulan. Untuk kedua kalinya secara beruntun, Fadia/Tiwi berhasil menundukkan ganda putri peringkat tiga dunia tersebut, kali ini di babak pertama Polytron Indonesia Open 2026.
Bermain di hadapan pendukung sendiri di Istora Senayan, Fadia/Tiwi menang melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-13, 17-21, 21-14. Hasil ini melanjutkan tren positif mereka setelah sebelumnya juga mengalahkan Lee/Baek pada Badminton Asia Championships 2026.
Kemenangan ini menjadi sinyal bahwa Fadia/Tiwi mulai mampu bersaing dengan pasangan-pasangan papan atas dunia. Meski saat ini masih berada di peringkat 29 dunia, mereka kembali membuktikan mampu mengatasi lawan yang secara ranking berada jauh di atas mereka.
“Pertandingan ini pastinya tidak mudah karena ini pertemuan ketiga kami. Kunci kemenangan kami adalah komunikasi dan saling percaya,” kata Fadia mengutip laman PBSI.
Laga tidak berjalan mulus bagi wakil Indonesia. Pada gim penentuan, Fadia/Tiwi sempat tertinggal cukup jauh 4-9. Namun mereka tetap tenang dan berusaha menjalankan strategi yang sudah disiapkan bersama tim pelatih.
Perlahan mereka mampu mengejar hingga menyamakan skor menjadi 9-9 sebelum berbalik unggul. Momentum tersebut terus dijaga hingga akhirnya mengamankan kemenangan.
“Walaupun di game ketiga kami sempat ketinggalan, kami tidak menyerah. Kami fokus mencari poin demi poin untuk bisa kembali mengejar,” ujar Tiwi.
Menurut Fadia, sempat ada tekanan saat tertinggal karena mereka datang dengan modal kemenangan pada pertemuan sebelumnya. Namun arahan pelatih membuat mereka kembali percaya diri dan mampu keluar dari situasi sulit.
“Tadi kami sempat terlalu terburu-buru. Tapi pelatih terus mengingatkan untuk tetap percaya diri dan akhirnya kami bisa membalikkan keadaan,” ungkap Fadia.
Selain strategi dan mental bertanding, dukungan suporter di Istora juga menjadi tambahan energi bagi pasangan Indonesia. Sorakan penonton terus terdengar meski mereka sempat berada dalam posisi tertinggal pada gim ketiga.
“Penonton sangat luar biasa. Saat kami tertinggal pun mereka tetap mendukung. Itu membuat kami semakin semangat,” kata Fadia.




