“Target kami semifinal dan kami berusaha fokus satu demi satu babak dulu,” kata Ana.
Bermain di Istora Senayan yang dipenuhi dukungan penonton tuan rumah juga memberikan pengalaman tersendiri bagi keduanya. Sorakan dan dukungan dari publik Indonesia justru menjadi tambahan motivasi, bukan tekanan.
“Kalau kami, justru jadi tambah semangat main di Istora. Kalau harapannya pasti maunya menang ya, pasti kan tujuannya mau menang dan itu kami persiapkan betul. Mainnya masih Kamis, kita persiapkan dari recovery-nya, dari strategi yang mau dijalankan nanti kita berdiskusi dengan pelatih dan tim,” jelas Ana.
Selain Ana/Trias, Indonesia juga mendapatkan tambahan wakil di babak kedua dari sektor ganda putri melalui Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum. Mereka memastikan kemenangan setelah mengalahkan rekan senegara, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine, dengan skor 22-20, 21-17.
Sementara itu, hasil berbeda dialami Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Pasangan yang kembali dipasangkan setelah Daniel pulih dari cedera itu harus mengakui keunggulan Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan dalam pertandingan tiga gim yang berlangsung ketat. Leo/Daniel kalah dengan skor 16-21, 21-13, 19-21.
Usai pertandingan, Daniel menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung Indonesia karena belum mampu memberikan hasil terbaik di turnamen kandang.
“Pertama-tama kami mohon maaf kepada suporter Indonesia, karena kami belum bisa memberikan hasil yang terbaik di Indonesia Open kali ini. Tadi kami sudah berjuang, walaupun di game ketiga tadi kami agak terburu-buru. Ke depannya kami akan memperbaiki kesalahan-kesalahan kami, dan semoga di turnamen berikutnya kami bisa memberikan hasil yang terbaik,” kata Daniel.
Kekalahan tersebut terasa menyakitkan karena Leo/Daniel sempat berada di atas angin pada gim penentuan. Mereka bahkan unggul cukup jauh dengan skor 12-4. Namun, pasangan Chinese Taipei mampu mengubah ritme permainan dan perlahan mengejar hingga menyamakan kedudukan menjadi 16-16 sebelum akhirnya membalikkan keadaan.
Leo menilai perubahan tempo permainan lawan menjadi salah satu faktor yang membuat mereka kehilangan kendali pertandingan. Selain itu, beberapa kesalahan sendiri juga memberi keuntungan bagi lawan.




