Pasangan ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, berhasil mengamankan tiket ke babak kedua Polytron Indonesia Open 2026 setelah meraih kemenangan meyakinkan atas wakil India, Treesa Jolly/Gayatri Gopichand Pullela. Di sisi lain, ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin harus mengakhiri langkah mereka lebih cepat setelah kalah dari pasangan Chinese Taipei, Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan, pada laga babak pertama yang berlangsung sengit.

Febriana/Meilysa yang akrab disapa Ana/Trias tampil solid sepanjang pertandingan. Mereka menang dua gim langsung dengan skor 21-14, 21-12 atas Treesa/Gayatri. Kemenangan tersebut sekaligus memperpanjang dominasi Ana/Trias atas pasangan India itu setelah sebelumnya sudah tiga kali bertemu dan selalu berhasil meraih kemenangan.

Ana mengaku bersyukur dapat menyelesaikan pertandingan dengan hasil maksimal. Menurutnya, persiapan yang matang menjadi salah satu faktor keberhasilan mereka menghadapi lawan yang sudah cukup dikenal.

“Alhamdulillah hari ini kami bermain dengan baik dan bisa menyelesaikan pertandingan dengan hasil yang maksimal,” kata Ana.

Trias menambahkan bahwa pengalaman dari pertemuan-pertemuan sebelumnya membantu mereka memahami pola permainan lawan. Karena itu, strategi yang diterapkan di lapangan sudah dipersiapkan secara khusus sejak sebelum pertandingan berlangsung.

“Kami sudah pernah ketemu sebelumnya dengan mereka, sebelumnya sudah tiga kali ketemu. Jadi memang sudah dipersiapkan betul mau menerapkan permainan seperti apa,” ujar Trias.

Keberhasilan tersebut membawa Ana/Trias melangkah ke babak kedua. Di fase berikutnya, mereka akan menghadapi unggulan ketujuh asal Chinese Taipei, Hsieh Pei Shan/Hung En-Tzu. Meski sudah mengetahui calon lawan yang akan dihadapi, pasangan Indonesia itu belum menentukan strategi secara detail.

Trias mengatakan bahwa dirinya bersama Ana akan terlebih dahulu mempelajari rekaman pertandingan lawan sebelum berdiskusi dengan tim pelatih untuk menentukan pola permainan yang paling efektif.

“Kalau strategi, belum kami siapkan, jadi kami mau nonton video pertandingan mereka dulu baru berdiskusi dengan pelatih,” tutur Trias.

Pada Indonesia Open 2026 kali ini, Ana/Trias memasang target cukup tinggi. Mereka berharap mampu menembus babak semifinal, namun tetap memilih fokus menjalani pertandingan satu per satu.

“Target kami semifinal dan kami berusaha fokus satu demi satu babak dulu,” kata Ana.

Bermain di Istora Senayan yang dipenuhi dukungan penonton tuan rumah juga memberikan pengalaman tersendiri bagi keduanya. Sorakan dan dukungan dari publik Indonesia justru menjadi tambahan motivasi, bukan tekanan.

“Kalau kami, justru jadi tambah semangat main di Istora. Kalau harapannya pasti maunya menang ya, pasti kan tujuannya mau menang dan itu kami persiapkan betul. Mainnya masih Kamis, kita persiapkan dari recovery-nya, dari strategi yang mau dijalankan nanti kita berdiskusi dengan pelatih dan tim,” jelas Ana.

Selain Ana/Trias, Indonesia juga mendapatkan tambahan wakil di babak kedua dari sektor ganda putri melalui Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum. Mereka memastikan kemenangan setelah mengalahkan rekan senegara, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine, dengan skor 22-20, 21-17.

Sementara itu, hasil berbeda dialami Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Pasangan yang kembali dipasangkan setelah Daniel pulih dari cedera itu harus mengakui keunggulan Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan dalam pertandingan tiga gim yang berlangsung ketat. Leo/Daniel kalah dengan skor 16-21, 21-13, 19-21.

Usai pertandingan, Daniel menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung Indonesia karena belum mampu memberikan hasil terbaik di turnamen kandang.

“Pertama-tama kami mohon maaf kepada suporter Indonesia, karena kami belum bisa memberikan hasil yang terbaik di Indonesia Open kali ini. Tadi kami sudah berjuang, walaupun di game ketiga tadi kami agak terburu-buru. Ke depannya kami akan memperbaiki kesalahan-kesalahan kami, dan semoga di turnamen berikutnya kami bisa memberikan hasil yang terbaik,” kata Daniel.

Kekalahan tersebut terasa menyakitkan karena Leo/Daniel sempat berada di atas angin pada gim penentuan. Mereka bahkan unggul cukup jauh dengan skor 12-4. Namun, pasangan Chinese Taipei mampu mengubah ritme permainan dan perlahan mengejar hingga menyamakan kedudukan menjadi 16-16 sebelum akhirnya membalikkan keadaan.

Leo menilai perubahan tempo permainan lawan menjadi salah satu faktor yang membuat mereka kehilangan kendali pertandingan. Selain itu, beberapa kesalahan sendiri juga memberi keuntungan bagi lawan.

“Pastinya di seluruh game tadi, kami bermain terburu-buru. Terus waktu unggul, kami harusnya terus menyerang, tapi mereka mengubah tempo permainan. Sebenarnya kami juga sudah mencoba untuk tidak meladeni mereka, tapi mereka mungkin sudah mengantisipasi bola-bola kami, tapi ternyata mereka malah bisa membalikan keadaan,” jelas Leo.

Daniel juga mengakui bahwa sejumlah kesalahan yang seharusnya bisa dihindari menjadi penyebab kegagalan mereka menjaga keunggulan pada gim ketiga.

“Sebenarnya tidak ada masalah fokus, cuma kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Terus harusnya bola nggak boleh mati, tapi kami mati. Mungkin lapangan juga cukup berangin,” ujar Daniel.

Indonesia Open 2026 menjadi turnamen ketiga bagi Leo/Daniel sejak kembali berpasangan. Daniel sebelumnya harus menepi cukup lama setelah mengalami cedera lutut kiri saat membela Indonesia di Piala Sudirman 2025. Cedera tersebut membuatnya menjalani operasi dan absen bertanding selama sekitar satu tahun.

Meski baru kembali dipasangkan, Leo/Daniel sempat memberikan kejutan dengan menjuarai Thailand Open 2026. Namun, performa mereka belum sepenuhnya stabil setelah tersingkir di babak pertama Malaysia Masters 2026 dan kini harus terhenti lebih awal di Indonesia Open.

Leo menilai tingginya ekspektasi publik muncul setelah keberhasilan mereka merebut gelar juara di Thailand. Padahal, menurutnya, pencapaian tersebut berada di luar perkiraan karena mereka masih dalam proses membangun kembali performa setelah masa pemulihan cedera.

“Di dua pertandingan terakhir ini memang hasilnya kurang bagus. Tapi secara permainan, kami juga sudah mencoba untuk tidak terlalu jauh hasilnya di Malaysia kemarin, kami juga bisa melawan. Dan yang harus digarisbawahi karena waktu awal dipasangkan lagi kan kami langsung juara ya, ekspektasi orang pasti tinggi. Jadi sebenarnya waktu hasilnya di Thailand itu juara, kami berdua tidak menyangka, karena kondisi juga baru habis cedera. Buat saya sendiri sih bonus,” jelas Leo.

Meski gagal memenuhi harapan publik di Indonesia Open 2026, Leo/Daniel memastikan akan segera kembali berlatih untuk mempersiapkan turnamen berikutnya. Australia Open dan Macau Open menjadi agenda selanjutnya yang akan mereka jadikan kesempatan untuk bangkit dan memperbaiki hasil. (Red)