Maroko juga kembali mendapat perhatian setelah penampilan mengejutkan mereka di Piala Dunia 2022. Organisasi permainan yang disiplin serta mental bertarung tinggi membuat mereka tidak bisa dianggap remeh.
Jika mampu mencuri poin dari Brasil atau Skotlandia, Maroko berpotensi kembali menciptakan kejutan besar.
Belanda juga tetap layak diperhitungkan. Mereka dikenal konsisten tampil kompetitif meski sering datang tanpa status favorit utama. Grup F dinilai memberi peluang besar bagi Belanda untuk lolos tanpa hambatan besar.
Sementara itu, Jerman masih berusaha bangkit dalam masa transisi. Meski performa mereka belum sepenuhnya stabil, pengalaman dan mental turnamen tetap menjadi kekuatan utama Der Panzer.
Grup E yang relatif ringan bisa membantu Jerman membangun momentum sejak awal kompetisi. Jika rasa percaya diri mereka tumbuh cepat, Jerman bisa menjadi ancaman serius di fase gugur.
Secara keseluruhan, turnamen diprediksi mulai benar-benar memanas ketika memasuki babak perempat final. Format baru dengan 48 tim memungkinkan lebih banyak negara nonunggulan melangkah lebih jauh dan menciptakan kejutan.
Beberapa faktor diperkirakan akan sangat menentukan perjalanan tim menuju gelar juara, seperti kedalaman skuad, kebugaran pemain, kemampuan beradaptasi dengan cuaca dan perjalanan, hingga mental saat menghadapi laga knockout.
Melihat kekuatan skuad saat ini, final ideal yang paling mungkin terjadi adalah Argentina melawan Prancis atau Brasil menghadapi Inggris. Namun jika menilai keseimbangan tim secara keseluruhan, Prancis dan Argentina masih dianggap sedikit lebih unggul dibanding rival-rival lainnya.
Prancis dinilai memiliki kombinasi pengalaman, kedalaman skuad, dan kualitas pemain yang paling stabil. Sementara Argentina tetap berbahaya karena mental juara serta fondasi permainan yang sudah terbentuk kuat dalam beberapa tahun terakhir.
Prediksi sementara kandidat juara Piala Dunia 2026:
- Prancis
- Argentina
- Brasil









