Format Baru Piala Dunia 2026 Bisa Hancurkan Tim-Tim Besar
Piala Dunia FIFA 2026 diperkirakan menjadi salah satu edisi paling kompetitif dalam sejarah turnamen sepak bola dunia. Format baru dengan 48 peserta membuat jalur menuju final jauh lebih panjang dibanding edisi sebelumnya. Situasi ini membuat kedalaman skuad, rotasi pemain, hingga kesiapan fisik menjadi faktor yang sangat menentukan.
Selain itu, turnamen yang digelar di tiga negara juga diprediksi menghadirkan tantangan tersendiri bagi setiap tim. Jadwal perjalanan yang lebih padat bisa memengaruhi performa pemain, terutama saat memasuki fase gugur yang menuntut konsistensi tinggi.
Jika melihat pembagian grup, kualitas skuad saat ini, regenerasi pemain, dan pengalaman di ajang besar, ada beberapa negara yang dinilai memiliki peluang paling besar untuk mengangkat trofi juara.
Argentina masih masuk daftar favorit utama meski era Lionel Messi perlahan mendekati akhir. Tim berjuluk Albiceleste itu tetap memiliki fondasi permainan yang solid serta mental juara yang sudah terbentuk sejak keberhasilan mereka di Piala Dunia 2022.
Generasi muda Argentina juga mulai menunjukkan perkembangan positif. Stabilitas tim menjadi salah satu alasan mengapa mereka tetap dianggap sebagai kandidat kuat. Di fase grup, Argentina dinilai memiliki peluang besar untuk lolos sebagai juara Grup J karena hanya Austria dan Aljazair yang diperkirakan mampu memberi tekanan serius.
Jika mampu mengamankan posisi puncak grup, jalur Argentina menuju babak perempat final diprediksi relatif lebih ringan dibanding beberapa rival utama lainnya.
Selain Argentina, Prancis juga tetap menjadi ancaman besar bagi seluruh peserta. Tim asuhan Didier Deschamps dikenal memiliki kedalaman skuad yang sangat lengkap. Kombinasi pemain senior dan generasi muda membuat Prancis tetap stabil dalam beberapa turnamen terakhir.
Prancis bahkan dinilai sebagai salah satu tim dengan kualitas pemain paling merata di dunia saat ini. Pertandingan melawan Senegal diprediksi menjadi ujian awal yang cukup berat, tetapi secara kualitas Les Bleus masih dianggap berada di atas sebagian besar peserta lain.
Jika lini pertahanan mereka mampu tampil konsisten, peluang Prancis kembali mencapai final terbuka lebar seperti yang mereka lakukan pada edisi 2018 dan 2022.
Brasil juga kembali masuk daftar unggulan utama. Meski terakhir kali menjadi juara dunia pada 2002, kualitas pemain yang dimiliki Brasil tetap membuat mereka disegani.
Skuad Brasil dinilai memiliki keseimbangan di hampir semua lini. Grup C juga dianggap cukup menguntungkan bagi mereka. Maroko memang bisa menjadi lawan yang merepotkan, tetapi Brasil tetap diprediksi mampu finis sebagai juara grup.
Tantangan terbesar Brasil justru biasanya muncul saat memasuki fase gugur. Dalam beberapa edisi terakhir, mereka sering tampil meyakinkan di awal turnamen namun gagal melewati lawan-lawan elite di babak penting.
Sementara itu, Inggris datang dengan generasi emas yang mulai matang. Mereka memiliki banyak pemain muda berkualitas yang kini sudah lebih berpengalaman menghadapi tekanan turnamen besar.
Kekuatan Inggris terlihat cukup merata dari lini belakang hingga depan. Namun, Grup L diperkirakan tidak akan mudah karena terdapat Kroasia dan Ghana yang bisa memberi kejutan.
Masalah utama Inggris selama ini bukan kualitas pemain, melainkan tekanan mental saat menghadapi pertandingan besar. Jika mampu mengatasi faktor tersebut, peluang mereka melangkah jauh sangat terbuka.
Spanyol juga mulai kembali menunjukkan identitas permainan yang kuat. Tim Matador kini menggabungkan gaya penguasaan bola dengan pemain-pemain muda yang memiliki kecepatan tinggi.
Uruguay diprediksi menjadi rival utama Spanyol di Grup H, tetapi secara keseluruhan grup tersebut masih cukup aman bagi mereka. Ketajaman lini depan akan menjadi faktor penting bagi Spanyol karena dalam beberapa turnamen terakhir mereka sering kesulitan memaksimalkan peluang.
Jika mampu tampil lebih efektif di depan gawang, Spanyol berpotensi menjadi tim yang melaju diam-diam hingga final.
Di luar para unggulan utama, ada beberapa negara yang bisa menjadi kuda hitam. Portugal termasuk salah satunya. Mereka memiliki skuad yang dalam dan penuh pemain teknis berkualitas. Meski tidak terlalu banyak mendapat sorotan, kondisi itu justru bisa menguntungkan Portugal karena tekanan publik tidak sebesar tim-tim favorit lainnya.
Laga melawan Kolombia diprediksi menentukan posisi juara Grup K. Jika mampu finis di posisi pertama, peluang Portugal mencapai semifinal cukup terbuka.
Maroko juga kembali mendapat perhatian setelah penampilan mengejutkan mereka di Piala Dunia 2022. Organisasi permainan yang disiplin serta mental bertarung tinggi membuat mereka tidak bisa dianggap remeh.
Jika mampu mencuri poin dari Brasil atau Skotlandia, Maroko berpotensi kembali menciptakan kejutan besar.
Belanda juga tetap layak diperhitungkan. Mereka dikenal konsisten tampil kompetitif meski sering datang tanpa status favorit utama. Grup F dinilai memberi peluang besar bagi Belanda untuk lolos tanpa hambatan besar.
Sementara itu, Jerman masih berusaha bangkit dalam masa transisi. Meski performa mereka belum sepenuhnya stabil, pengalaman dan mental turnamen tetap menjadi kekuatan utama Der Panzer.
Grup E yang relatif ringan bisa membantu Jerman membangun momentum sejak awal kompetisi. Jika rasa percaya diri mereka tumbuh cepat, Jerman bisa menjadi ancaman serius di fase gugur.
Secara keseluruhan, turnamen diprediksi mulai benar-benar memanas ketika memasuki babak perempat final. Format baru dengan 48 tim memungkinkan lebih banyak negara nonunggulan melangkah lebih jauh dan menciptakan kejutan.
Beberapa faktor diperkirakan akan sangat menentukan perjalanan tim menuju gelar juara, seperti kedalaman skuad, kebugaran pemain, kemampuan beradaptasi dengan cuaca dan perjalanan, hingga mental saat menghadapi laga knockout.
Melihat kekuatan skuad saat ini, final ideal yang paling mungkin terjadi adalah Argentina melawan Prancis atau Brasil menghadapi Inggris. Namun jika menilai keseimbangan tim secara keseluruhan, Prancis dan Argentina masih dianggap sedikit lebih unggul dibanding rival-rival lainnya.
Prancis dinilai memiliki kombinasi pengalaman, kedalaman skuad, dan kualitas pemain yang paling stabil. Sementara Argentina tetap berbahaya karena mental juara serta fondasi permainan yang sudah terbentuk kuat dalam beberapa tahun terakhir.
Prediksi sementara kandidat juara Piala Dunia 2026:
- Prancis
- Argentina
- Brasil


