Pelatih tim nasional Belgia, Rudi Garcia, resmi mengumumkan daftar 26 pemain yang akan memperkuat Red Devils pada ajang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Skuad tersebut memadukan pemain senior berpengalaman dengan sejumlah wajah muda yang mulai mendapat tempat di tim utama Belgia.
Sebelum tampil di turnamen terbesar sepak bola dunia itu, Belgia dijadwalkan menjalani dua pertandingan persahabatan sebagai bagian dari persiapan akhir. Red Devils akan menghadapi Kroasia di Rijeka pada Selasa, 2 Juni, sebelum menutup rangkaian persiapan melawan Tunisia di Stadion King Baudouin pada Sabtu, 6 Juni.
Pengumuman skuad ini menjadi perhatian besar publik Belgia karena menjadi salah satu momentum penting dalam regenerasi tim nasional. Sejumlah pemain senior seperti Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, dan Thibaut Courtois masih dipercaya menjadi tulang punggung tim. Di sisi lain, beberapa nama muda seperti Mike Penders, Nathan Ngoy, hingga Matias Fernandez Pardo mulai mendapat kesempatan tampil di level tertinggi.
Pada sektor penjaga gawang, Belgia membawa tiga nama, yakni Thibaut Courtois, Senne Lammens, dan Mike Penders. Kehadiran Courtois menjadi kabar baik bagi Belgia karena pengalaman dan kualitasnya masih dianggap sangat penting dalam menjaga stabilitas pertahanan tim.
Di lini belakang, Rudi Garcia memilih kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda. Nama-nama seperti Timothy Castagne, Thomas Meunier, dan Brandon Mechele tetap dipertahankan untuk menambah kedalaman skuad. Sementara itu, pemain muda seperti Zeno Debast, Koni De Winter, dan Joaquin Seys diharapkan mampu membawa energi baru di lini pertahanan.
Salah satu keputusan yang cukup menarik perhatian adalah masuknya Arthur Theate dan Maxim De Cuyper yang tampil konsisten bersama klub masing-masing sepanjang musim. Kehadiran mereka dinilai dapat memberikan fleksibilitas taktik bagi Garcia, terutama saat menghadapi lawan dengan gaya bermain cepat.
Di sektor tengah, Belgia masih mengandalkan pengalaman Kevin De Bruyne dan Axel Witsel. De Bruyne diperkirakan tetap menjadi motor serangan utama tim berkat visi bermain dan kemampuan menciptakan peluang. Sementara Witsel memberi keseimbangan lewat pengalaman dan kemampuan menjaga ritme permainan.









