WhatsApp Image 2026-10-26 at 23.12.47

Langkah Besar Sulteng, 459 Ton Durian Dikirim ke Tiongkok

Muh. Rifai
A-AA+A++

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melepas ekspor 459 ton durian ke Tiongkok senilai Rp42,5 miliar di Kota Palu, Kamis (16/04/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya transformasi ekonomi daerah dari sektor pertambangan ke pertanian.




Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, meresmikan langsung pelepasan ekspor tersebut di PT Duco Food Indonesia. Kegiatan ini menandai tonggak baru dalam pengembangan komoditas unggulan daerah berbasis pertanian yang selama ini mulai didorong menjadi kekuatan ekonomi baru.

Anwar Hafid, mengatakan, ekspor durian ini bukan sekadar capaian perdagangan internasional, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah daerah untuk mengubah wajah perekonomian Sulawesi Tengah.

Selama ini, daerah tersebut lebih dikenal sebagai penghasil tambang, namun ke depan diarahkan menjadi salah satu sentra pertanian unggulan di Indonesia.

“Kami pemerintah daerah, baik kabupaten/kota maupun provinsi, akan berusaha semaksimal mungkin supaya durian ini menjadi ikon baru bagi Sulawesi Tengah,” kata Anwar Hafid.

Ia menjelaskan, komoditas durian memiliki potensi besar untuk menembus pasar global. Dengan dukungan kualitas produksi yang terus ditingkatkan, serta pembukaan akses pasar ekspor, durian Sulawesi Tengah diharapkan mampu bersaing dengan produk dari daerah lain maupun negara lain.

Lebih lanjut, Anwar Hafid menegaskan komitmen pemerintah dalam mengubah persepsi publik terhadap Sulawesi Tengah. Ia ingin daerah tersebut tidak lagi hanya dikenal sebagai wilayah tambang, tetapi juga sebagai daerah agraris yang produktif dan memiliki daya saing tinggi.

“Selama ini Sulawesi Tengah hanya dikenal karena tambangnya, tapi sekarang juga akan dikenal sebagai daerah penghasil durian terbesar di Indonesia,” katanya.

Transformasi ini menjadi bagian dari visi pembangunan jangka panjang yang mengedepankan potensi lokal. Selain durian, pemerintah daerah juga mendorong pengembangan komoditas lain seperti kelapa dan hasil pertanian unggulan lainnya.

“Kita ingin ke depan, Sulteng Nambaso, Sulawesi Tengah lebih dikenal dengan durian, kelapa, dan hasil pertanian lainnya,” lanjutnya.

Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah meluncurkan program BERANI Panen Raya yang menjadi wadah penguatan sektor pertanian secara menyeluruh. Program ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas petani, memperluas akses pasar, serta mendorong peningkatan nilai tambah produk pertanian.