AirAsia Buka Akses Baru Penerbangan ke Palu
Kehadiran maskapai penerbangan Indonesia AirAsia di Sulawesi Tengah resmi dimulai dengan pendaratan perdana pesawat rute Makassar–Palu di Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri, Sabtu (7/3/2026).
Momen ini diharapkan memperkuat konektivitas udara serta mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menghadiri langsung acara inaugurasi penerbangan perdana tersebut di Bandar Udara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri, Palu. Acara ini ditandai dengan pendaratan pesawat Indonesia AirAsia nomor penerbangan QZ738 rute Makassar–Palu yang menjadi tonggak baru penguatan konektivitas udara di kawasan timur Indonesia.
Gubernur Anwar Hafid menyampaikan rasa syukur atas hadirnya layanan penerbangan Indonesia AirAsia di Sulawesi Tengah. Ia menilai momen tersebut semakin bermakna karena berlangsung pada bulan suci Ramadan yang identik dengan semangat kebersamaan dan keberkahan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, kami menyampaikan selamat datang dan selamat beroperasi kepada Indonesia AirAsia di Sulawesi Tengah. Semoga kehadiran AirAsia menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus solusi transportasi udara bagi daerah ini,” ujar Gubernur Anwar Hafid.
Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap transportasi udara terus meningkat seiring dengan pertumbuhan aktivitas ekonomi dan mobilitas antardaerah. Karena itu, kehadiran maskapai baru dengan jaringan penerbangan luas menjadi kabar baik bagi masyarakat Sulawesi Tengah.
Ia juga berharap ke depan AirAsia dapat membuka lebih banyak rute penerbangan yang menghubungkan Sulawesi Tengah dengan berbagai daerah lain di Indonesia, termasuk rute strategis seperti Jakarta–Palu maupun rute lain yang berpotensi meningkatkan konektivitas wilayah timur Indonesia.
Gubernur menilai konektivitas udara memiliki peran penting dalam mempercepat pergerakan masyarakat, memperlancar distribusi barang, serta mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan perdagangan daerah. Dengan jaringan penerbangan yang semakin luas, Sulawesi Tengah diharapkan dapat semakin terbuka dan mudah diakses oleh masyarakat dari berbagai wilayah.
Selain itu, ia juga mengatakan, Bandara Mutiara SIS Al-Jufri terus menunjukkan perkembangan yang positif. Pemerintah daerah bersama pihak terkait terus berupaya memperkuat kapasitas dan fasilitas bandara agar mampu melayani kebutuhan penerbangan yang semakin meningkat.
“Bandara Mutiara SIS Al-Jufri terus menunjukkan perkembangan yang baik. Dalam waktu dekat bandara ini juga diproyeksikan untuk semakin diperkuat sebagai bandara internasional. Ini tentu menjadi peluang besar bagi maskapai untuk mengembangkan jaringan penerbangannya,” tambahnya.
Sementara itu, Board of Director Indonesia AirAsia, Akhmad Maulana, menjelaskan, pengoperasian rute Makassar–Palu merupakan bagian dari strategi penguatan jaringan penerbangan AirAsia di wilayah timur Indonesia.
Menurutnya, AirAsia kini telah mengoperasikan layanan penerbangan dari Surabaya menuju Makassar yang kemudian terhubung dengan sejumlah rute lanjutan ke berbagai kota di Sulawesi, termasuk Palu, Kendari, dan Luwuk.
Ia mengatakan, pembukaan jaringan penerbangan ini tidak hanya sekadar menambah rute baru, tetapi juga membangun sistem konektivitas yang lebih terintegrasi antara Pulau Jawa dan Pulau Sulawesi. Dengan jaringan yang saling terhubung, masyarakat dapat melakukan perjalanan antarkota dengan lebih mudah dan efisien.
“Peresmian ini bukan sekadar membuka rute baru, tetapi juga memperkuat jaringan penerbangan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sulawesi dalam satu sistem layanan yang terintegrasi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat serta mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian daerah,” jelas Akhmad Maulana.
Adapun jadwal penerbangan yang kini dilayani oleh Indonesia AirAsia melalui jaringan tersebut antara lain rute Palu–Makassar yang beroperasi dua kali setiap hari. Selain itu, tersedia juga rute Palu–Surabaya melalui Makassar yang dilayani setiap hari.
Maskapai ini juga menghadirkan layanan penerbangan Palu–Kendari melalui Makassar dengan frekuensi harian. Konektivitas tersebut membuka akses perjalanan yang lebih luas, menghubungkan Surabaya, Makassar, Palu, Kendari hingga Luwuk dalam satu jaringan penerbangan yang saling terintegrasi.
Dengan hadirnya layanan penerbangan AirAsia di Palu, pemerintah daerah berharap konektivitas udara Sulawesi Tengah akan semakin lancar. Hal ini sejalan dengan upaya pembangunan daerah untuk membuka akses transportasi, memperkuat pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kualitas pelayanan transportasi bagi masyarakat.
Acara peresmian penerbangan perdana ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Rudi Dewanto, Kepala Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri Prasetiyohadi, unsur Forkopimda, serta jajaran organisasi perangkat daerah terkait.
Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan pemangku kepentingan dalam acara tersebut menunjukkan dukungan bersama terhadap penguatan konektivitas udara di Sulawesi Tengah, sekaligus menjadi langkah awal bagi pengembangan jaringan penerbangan yang lebih luas di masa mendatang. ***
