“Berkah Ramadan ini kiranya menjadi momentum menyatukan kembali seluruh elemen olahraga di Kota Palu. Konsolidasi penting agar agenda ke depan berjalan normal,” katanya.
Selain itu, ia mengingatkan, Kota Palu sebagai ibu kota provinsi memiliki peran strategis dalam pembinaan olahraga Sulawesi Tengah. Sebagian besar atlet yang mewakili daerah pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) berasal dari Kota Palu.
“Tidak bisa dipungkiri, atlet terbaik banyak lahir dari Kota Palu. Karena itu, organisasi harus solid agar pembinaan berjalan maksimal,” ucap Helmi.
Sebelumnya, Ketua Harian KONI Kota Palu, Akram Agus, menyampaikan apresiasi atas terbitnya SK tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari Ketua Umum KONI Kota Palu yang berhalangan hadir karena mendampingi Wali Kota dalam penanganan bencana di wilayah Wana.
“Alhamdulillah, hari ini kami resmi menerima SK. Ini menjadi awal bagi kami untuk berbenah dan fokus pada pembinaan atlet,” kata Akram.
Ia menilai dinamika yang terjadi sebelumnya merupakan bagian dari proses organisasi. Namun ia mengingatkan agar olahraga tidak dibawa ke ranah politik.
“Olahraga adalah alat pemersatu bangsa. Politik ada jalurnya, olahraga juga ada jalurnya. Jangan sampai keduanya tercampur dan menghambat prestasi,” ujarnya.
Akram menegaskan, dengan terbitnya SK tersebut, KONI Kota Palu kini memiliki kewenangan penuh untuk menjalankan fungsi organisasi, termasuk mengeluarkan rekomendasi bagi cabang olahraga yang akan melaksanakan kegiatan. Sebelumnya, sejumlah cabang olahraga telah menghubungi pengurus untuk meminta rekomendasi kegiatan, namun belum dapat diproses karena belum adanya SK resmi.
Terkait pelantikan, ia menyebut jadwalnya akan segera dikoordinasikan dengan KONI Provinsi, menyesuaikan agenda Ketua Umum KONI Sulawesi Tengah.
“Kami akan segera rapat internal dan melaporkan hasilnya ke provinsi. Pelantikan tentu akan kami sesuaikan dengan jadwal pimpinan,” katanya.
Dengan terbitnya SK kepengurusan periode 2025–2029, dinamika organisasi yang sempat mencuat kini dinyatakan selesai.
Tantangan berikutnya bagi KONI Kota Palu adalah memperkuat konsolidasi dan mempersiapkan atlet menghadapi pekan olahraga provinsi serta agenda pembinaan menuju PON 2028. (Rfi)



