“Ini bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada UMKM lokal. UMKM bergerak, masyarakat terbantu, dan kebersamaan terbangun,” ujar Anwar Hafid.
Untuk pembatal puasa saat adzan Magrib, panitia menyiapkan air minum dan kurma yang dibagikan secara merata kepada seluruh peserta. Sementara itu, makanan utama sepenuhnya disediakan oleh pelaku UMKM yang telah terdaftar dan terverifikasi oleh panitia.
Pelaksanaan Bukber Nambaso melibatkan kolaborasi lintas sektor. Unsur Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia akan mendukung pengamanan serta pengaturan arus lalu lintas selama kegiatan berlangsung. Selain itu, dukungan juga datang dari sektor perbankan, dunia usaha, serta berbagai elemen masyarakat.
Sholat Magrib berjamaah akan dilaksanakan di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah dengan pengaturan khusus. Panitia menyiapkan terpal sebagai alas, fasilitas tempat wudhu yang memadai, serta dukungan armada pemadam kebakaran dan mobil tangki air untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi jamaah.
Wakil Gubernur Reny Lamadjido ditunjuk sebagai Ketua Panitia dan akan mengomandoi langsung pelaksanaan kegiatan. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah diwajibkan berperan aktif sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing, mulai dari koordinasi teknis, logistik, hingga pengaturan peserta.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah merancang Bukber Nambaso sebagai kegiatan yang inklusif dan terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang agama. Meski bertepatan dengan momentum Ramadan, agenda ini juga diharapkan menjadi ruang silaturahmi dan kolaborasi lintas sektor.
Dengan melibatkan ribuan pelajar, ASN, UMKM, aparat keamanan, serta masyarakat umum, Bukber Nambaso diharapkan dapat berjalan tertib dan memberi manfaat luas. Pemerintah provinsi memastikan seluruh persiapan dilakukan secara terkoordinasi guna menjamin kelancaran acara pada 6 Maret 2026 mendatang di Kota Palu. ***







