“Kearifan lokal dari orangtua kita ini tidak boleh ditinggalkan. Kapan saja kita tinggalkan maka kita tidak akan maju,” pungkasnya.
Pengukuhan pengurus KKB Sulteng periode 2026-2029 juga menetapkan sejumlah tokoh penting dalam jajaran Dewan Kehormatan. Di antaranya Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, serta Ketua TP-PKK Sulteng, Sry Nirwanti Bahasoan.
Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap peran organisasi kemasyarakatan dalam memperkuat persatuan dan identitas budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat perangkat daerah, perwakilan berbagai kerukunan etnis di Sulawesi Tengah, serta seluruh lapisan masyarakat Bungku.
Ketua Umum KKB Sulteng terpilih, Arifuddin La Musa, diharapkan mampu membawa organisasi menjadi wadah yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya. Dengan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi aktif anggota, KKB diharapkan dapat berperan dalam memperkuat jaringan sosial serta membantu anggotanya dalam berbagai aspek kehidupan.
Acara pengukuhan berlangsung meriah. Panitia menggelar pengundian sejumlah hadiah kejutan yang disambut antusias para hadirin. Suasana semakin hangat ketika Anwar Hafid turut membawakan beberapa lagu tradisional Bungku di atas panggung. Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dan mempererat suasana kebersamaan di antara warga yang hadir.
Momentum pengukuhan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga ajang konsolidasi warga Bungku di Sulawesi Tengah. Dengan kepengurusan baru, organisasi diharapkan dapat menyusun program kerja yang konkret, mulai dari pendataan anggota, kegiatan sosial, hingga pelestarian budaya daerah.
Semangat persaudaraan yang ditunjukkan dalam acara tersebut menjadi cerminan kuatnya ikatan sosial masyarakat Bungku. Melalui nilai berjamaah, unggul, dan kuat, KKB Sulteng diharapkan mampu menjadi ruang yang mempererat solidaritas serta mendorong kontribusi positif bagi pembangunan daerah. ***









