Skrol untuk membaca pos

Al-Hikmah Dorong Kampung Nelayan Merah Putih di Parigi Moutong, Pemprov Dukung Penuh

Muh. Rifai
Foto bersama usai pertemuan dengan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid. Dari kiri ke kanan: Ibu Kades Sama Bahari, Jemi (Bendahara IKPS), Kades Bahari Moh. Malik, Saipul (Sekretaris), Supriadi Labolo (Pendamping IKPS), Pimpinan Yayasan Ahmad Wargono, Ketua IKPS Roberto E. B Umar, dan Mantik, SE (Pendamping IKPS). Foto: Istimewa
A-AA+A++

“Tuntutan paling konkret adalah realisasi permohonan sarana dan prasarana untuk mewujudkan Kampung Nelayan Merah Putih yang dibarengi dengan pengembangan budidaya ikan kerapu cantang sistem karamba, khususnya di Desa Sama Bahari,” ujar Ahmad.

Ia menambahkan, pengajuan proposal tersebut memiliki tenggat waktu yang jelas. Berdasarkan hasil pertemuan dan rekomendasi dari pemerintah daerah, permohonan ini akan dibawa langsung kepada Menteri Kelautan dan Perikanan di Jakarta. Targetnya, program tersebut dapat direalisasikan pada tahun 2026.

“Permohonan ini kami harapkan bisa disegerakan agar terwujud di tahun 2026. Rekomendasi dari pemerintah daerah sudah ada, sehingga tinggal mendorong percepatan di tingkat pusat,” katanya.

Menurut Ahmad, apabila program Kampung Nelayan Merah Putih dan budidaya kerapu cantang ini terealisasi, dampak yang paling dirasakan masyarakat adalah terbukanya lapangan kerja baru. Selain itu, perputaran ekonomi di tingkat desa dan kecamatan akan meningkat seiring bertambahnya aktivitas produksi dan distribusi hasil perikanan.

“Dampak langsungnya adalah peluang kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat. Bukan hanya masyarakat Desa Bumi Sama Bahari, tetapi juga wilayah Kecamatan Bolano dan Kabupaten Parigi Moutong secara umum,” jelasnya.

Ia menyebutkan, langkah lanjutan yang akan dilakukan setelah adanya persetujuan adalah mempersiapkan seluruh aspek pendukung, mulai dari kesiapan lahan, kelengkapan administrasi, hingga penyiapan sumber daya manusia. Masyarakat, termasuk wali santri dan warga sekitar pondok pesantren, akan dilibatkan secara langsung dalam pengelolaan program tersebut.

“Kalau ini disetujui, langkah selanjutnya adalah persiapan launching, kesiapan lahan, administrasi, dan menyiapkan generasi serta potensi masyarakat, baik di bidang budidaya ikan, perikanan, maupun sarana pendukung lainnya,” ujar Ahmad.

Terkait respons pemerintah daerah, Ahmad Wargono menyampaikan bahwa Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid menunjukkan sikap yang sangat positif dan mendukung penuh, sebab, ini selaras dengan salah satu program pemprov BERANI Tangkap Banyak. Bahkan, menurutnya, gubernur mendorong agar pengajuan anggaran dilakukan secara maksimal demi kemajuan daerah dan kemandirian masyarakat pesisir.

“Pak Gubernur sangat merespons positif dan mendukung. Beliau menitipkan pesan agar meminta anggaran yang memadai ke Pak Menteri supaya daerah kita bisa lebih maju dan mandiri,” ungkapnya.