Skrol untuk membaca pos

Inflasi Sulteng 3,31 Persen, Pemprov Perkuat Antisipasi Ramadan

Muh. Rifai
A-AA+A++

“Komoditas seperti beras, ikan, cabai, telur ayam ras, dan daging sapi harus menjadi perhatian bersama. Ketersediaan dan kelancaran distribusi sangat menentukan stabilitas harga di masyarakat,” katanya.

Dalam rapat tersebut, TPID Provinsi Sulawesi Tengah menyepakati sejumlah langkah strategis untuk menghadapi Ramadan dan Idul Fitri 2026. Langkah pertama adalah menjamin ketersediaan stok bahan pangan strategis, antara lain beras, gula, minyak goreng, telur, daging, cabai, dan bawang. Pemerintah daerah juga akan mengoptimalkan cadangan pangan yang dimiliki serta memperkuat koordinasi dengan Bulog.

Selain itu, operasi pasar murah akan digelar secara masif dengan prinsip tepat waktu, tepat lokasi, dan tepat sasaran, khususnya di wilayah yang rawan inflasi dan terdampak cuaca ekstrem. TPID juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi gangguan distribusi dengan menyiapkan jalur logistik alternatif agar pasokan tetap lancar.

Monitoring harga harian melalui sistem pelaporan TPID akan dilakukan secara intensif untuk memastikan setiap kenaikan harga dapat segera direspons. Di sisi lain, penguatan komunikasi publik juga menjadi bagian penting dari strategi pengendalian inflasi, dengan mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah, Ir. Muhammad Irfan Sukarna, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa tren inflasi Sulawesi Tengah menunjukkan perbaikan yang konsisten. Ia memaparkan bahwa inflasi tercatat sebesar 3,92 persen pada Oktober, kemudian turun menjadi 3,50 persen pada November, dan kembali menurun ke angka 3,31 persen pada Desember.

Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan efektivitas kebijakan pengendalian inflasi yang dijalankan TPID bersama seluruh pemangku kepentingan. Bank Indonesia merekomendasikan agar operasi pasar murah terus dioptimalkan dengan fokus pada komoditas yang secara historis mengalami kenaikan harga saat Ramadan dan Idul Fitri.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tengah, Imron Taufik J. Musa, S.Si., M.Si., memaparkan hasil bedah data inflasi Ramadan periode 2023 hingga 2025. Dari hasil analisis tersebut, ia menyampaikan bahwa beras selalu mengalami inflasi setiap Ramadan, sehingga penguatan stok dan ketahanan pangan daerah harus menjadi prioritas utama.