Hijrah, seorang karyawan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang sempat dilaporkan hilang sejak Kamis, 18 September 2025, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Sabtu, 20 September 2025.

Penemuan jasad korban mengakhiri pencarian yang dilakukan oleh pihak keluarga bersama aparat kepolisian dan warga setempat.

Berdasarkan informasi beredar di Media Sosial, Korban diketahui bernama Hijrah, lahir di Maponu pada 1 Mei 2006. Di usianya yang baru 19 tahun, ia bekerja sebagai pegawai koperasi sekaligus penagih di wilayah Sarjo, Kabupaten Pasangkayu. Sebelum dilaporkan hilang, Hijrah sempat menghubungi atasannya melalui pesan teks setelah menyelesaikan sebagian tugas penagihan.

Namun, sekitar pukul 22.00 WITA komunikasi dengan korban tiba-tiba terputus. Upaya keluarga untuk menghubunginya tidak berhasil, hingga akhirnya laporan orang hilang disampaikan ke pihak kepolisian.

Sejak saat itu, keluarga bersama aparat dan masyarakat melakukan pencarian intensif. Setelah dua hari dinyatakan hilang, jasad Hijrah ditemukan pada Sabtu, 20 September 2025. Proses evakuasi dilakukan dengan melibatkan polisi dan warga setempat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum merinci lokasi pasti ditemukannya korban maupun penyebab kematiannya.

Kabar duka ini membuat keluarga, kerabat, dan rekan kerja korban berduka mendalam.

“Kami sangat kehilangan. Hijrah masih muda dan penuh semangat dalam bekerja,” ujar salah satu kerabat yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, masyarakat berharap aparat kepolisian dapat segera mengusut kasus ini dan memastikan apakah terdapat tindak kriminal di balik kematian korban.

“Kami menunggu pihak berwajib menuntaskan kasus ini dan jika ada pelaku, harus dihukum seberat-beratnya,” kata seorang warga Sarjo.

Hingga kini, pihak kepolisian Kabupaten Pasangkayu masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab kematian Hijrah. Jasad korban telah dievakuasi untuk pemeriksaan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kehilangan ini menjadi pukulan berat bagi keluarga korban, terutama karena usianya yang masih sangat muda. Rekan-rekan kerja di PT PNM juga menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa ini. ***