Prestasi luar biasa datang dari ajang Open Turnamen Bupati Poso Cup IV 2025. Sepasang kakak-beradik, Indah Kirana dan Junior Alfarizi, mencuri perhatian setelah tampil gemilang di kejuaraan yang digelar di Mall Poso, 30–31 Mei 2025. Junior sukses merebut medali emas, sementara Indah dinobatkan sebagai pemain terbaik. Dua pencapaian yang menegaskan kualitas pembinaan atlet muda di Sulawesi Tengah.

Pelatih mereka, Sanim Felky Lee, tak menyembunyikan rasa bangganya. Ia menyebut kedisiplinan dan kekompakan dua atlet bersaudara itu sebagai kunci utama keberhasilan mereka.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian anak-anak. Latihan keras selama beberapa bulan terakhir akhirnya membuahkan hasil,” ucap Felky pada Minggu (1/6/2025).

Lebih lanjut, Felky menekankan pentingnya dukungan dari lingkungan terdekat, khususnya keluarga dan sekolah. Menurutnya, semangat dan etos kerja Indah dan Junior tak lepas dari peran orang tua serta ruang belajar yang memberi ruang bagi pengembangan minat dan bakat.

“Kompak, disiplin, dan tidak pernah absen latihan. Itu yang membuat mereka terus berkembang,” tambahnya.

Turnamen ini diikuti puluhan klub dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah dan mempertandingkan beragam kategori usia. Selain menjadi ajang kompetisi tahunan, turnamen ini juga berfungsi sebagai tolok ukur pembinaan atlet muda dan langkah awal seleksi menuju kompetisi tingkat nasional hingga internasional.

Kemeriahan menyelimuti penutupan turnamen. Penyerahan medali dan piala dilakukan secara langsung oleh panitia dan pejabat daerah, termasuk Forkopimda Poso dan Ketua Pengkab Taekwondo setempat. Dalam sambutannya, perwakilan Pemkab Poso memberikan pujian atas semangat juang para peserta.

“Kita melihat banyak bakat muda potensial. Ini modal besar untuk masa depan taekwondo dan mengharumkan nama Sulawesi Tengah, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Keberhasilan Indah Kirana dan Junior Alfarizi tidak hanya menjadi cerita tentang kemenangan di arena, tapi juga menjadi inspirasi tentang bagaimana dukungan keluarga, komitmen latihan, dan sistem pembinaan yang tepat dapat membentuk mental juara sejak usia muda. ***