Skrol untuk membaca pos

Haul Guru Tua di Touna, Gubernur Anwar Hafid Serukan Kebangkitan Madrasah

Muh. Rifai
A-AA+A++

“Tadi pagi saya terima laporan, sudah ada 23 ribu mahasiswa mendaftar. Ini beasiswa penuh, jurusan apa saja, di mana saja, asal dia warga Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, Anwar menghapus pungutan sekolah di jenjang SMA dan SMK negeri. Bahkan, sekolah swasta pun mendapat dukungan dana BOS daerah. Ia pun memberikan sinyal keras kepada kepala sekolah yang masih memungut biaya secara ilegal: “Kasih tahu saya. Saya ganti dia.”

Langkah konkret lain yang disampaikan adalah jaminan layanan BPJS Kesehatan untuk seluruh warga Sulteng pemegang KTP. Gubernur mengapresiasi Touna yang sudah menanggung 80 persen warganya sebagai peserta aktif BPJS.

“Kemo terapi sekarang sudah ditanggung BPJS. Tidak ada lagi yang ditolak karena kartu mati atau tunggakan. Kita mudahkan semua,” ucapnya.

Bagi Anwar, semua kebijakan ini bukan sekadar program pemerintahan. Ia menyebutnya sebagai bagian dari warisan nilai Guru Tua—iman, ilmu, dan kasih kepada sesama. “Kalau kita semua beriman dan bertakwa, Allah pasti turunkan keberkahan. Tidak ada yang susah,” pungkasnya, menutup dengan pesan spiritual yang mengendap di hati para hadirin.

Haul Guru Tua tahun ini tak hanya menjadi peringatan, tetapi juga menjadi penanda: bahwa warisan keilmuan, keikhlasan, dan kasih Guru Tua masih menjadi pelita Sulawesi Tengah yang ingin beranjak menjadi provinsi penuh keberkahan.***