Anggota DPRD Kota Palu, Reinhard Vester Tamma, menggelar reses di Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Timur, pada Rabu, 16 April 2025. Warga menyampaikan sejumlah aspirasi terkait air bersih, drainase, penerangan jalan, dan bantuan UMKM.

Ini merupakan hari kedua dalam agenda resesnya, setelah sebelumnya dilaksanakan di Kelurahan Valangguni, Kecamatan Mantikulore.

Dalam pertemuan tersebut, Lurah Lolu Utara, Abdul Arifin, S.Sos, menyampaikan berbagai keluhan dan harapan warga kepada anggota dewan yang berasal dari daerah pemilihan Palu Timur dan Mantikulore tersebut.

Salah satu persoalan yang dikeluhkan warga adalah terkait pemasangan jaringan air bersih. Menurut Abdul Arifin, air yang mengalir ke rumah warga masih keruh dan tidak maksimal.

“Pemasangan air itu kendalanya airnya agak kotor, dan di beberapa titik airnya tidak keluar. Ini bisa menimbulkan genangan. Tapi pihak PDAM sudah dihubungi, mereka akan menindaklanjuti setelah melihat kondisi lapangan,” ujar Arifin.

Persoalan lain yang diangkat adalah terkait drainase. Warga menyoroti kondisi saluran air yang tersumbat akibat sampah, terutama di daerah atas Teluk Palu.

“Ada saluran yang aspalnya rusak dan lubang-lubang sehingga sampah menumpuk. Kami rencanakan kerja bakti, karena kalau gotong royong dilakukan bersama warga, pasti bisa mengalirkan air dengan baik,” katanya.

Abdul Arifin juga menambahkan bahwa kegiatan padat karya dari pemerintah saat ini masih terfokus di jalan layang poros. Ia berharap ada alokasi pekerja padat karya di wilayah Lolu Utara.

“Kalau bisa, RT diarahkan untuk ikut padat karya, minimal 10 orang. Masyarakat juga siap terlibat,” jelasnya.

Permasalahan ketiga adalah soal lampu penerangan jalan. Wilayah tersebut masih minim penerangan sehingga rawan pencurian.

“Kami sudah anggarkan melalui Dinas Perkim. Tapi memang belum semua titik tertangani. Nanti akan kami sampaikan ke DPR untuk ditindaklanjuti,” kata Arifin.

Ia mengungkapkan, bahwa tahun ini rencananya akan dipasang 900 titik lampu penerangan di seluruh Kota Palu, termasuk di wilayah Lolu Utara. Warga berharap titik-titik rawan juga menjadi prioritas.

Selain itu, aspirasi warga juga menyentuh sektor ekonomi, khususnya UMKM. Beberapa warga mengusulkan bantuan usaha kecil menengah, seperti produksi pakaian. Namun, menurut Arifin, banyak dari mereka yang bergerak secara individu, bukan dalam kelompok.

“Untuk UMKM perorangan bisa dapat bantuan dua juta rupiah per orang, tapi harus membuat proposal terlebih dahulu. Sedangkan untuk kelompok, bisa melalui KUBE (Kelompok Usaha Bersama) di bawah Dinas Sosial,” terangnya.

Ia berharap, aspirasi warga Lolu Utara bisa mendapat perhatian serius dari Reinhard, mengingat sistem penyaluran aspirasi saat ini sudah kembali dikelola langsung oleh anggota dewan melalui program pokok-pokok pikiran (pokir).

“Dulu semua diarahkan lewat satu sistem, sekarang sudah kembali ke anggota dewan masing-masing. Maka kami berharap Pak Reinhard bisa bantu suarakan dan tindak lanjuti usulan dari warga kami,” tutup Arifin.

Menanggapi berbagai keluhan dan aspirasi tersebut, Reinhard Vester Tamma menyatakan komitmennya untuk mengawal semua usulan warga hingga terealisasi. Ia menilai, aspirasi yang disampaikan masyarakat sangat relevan dan menyentuh kebutuhan dasar warga.

“Sebagai warga Lolu Utara, saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk mendengarkan dan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.

“Aspirasi yang saya terima hari ini, mulai dari persoalan air bersih, drainase, penerangan jalan hingga bantuan UMKM, semuanya penting dan sangat mendesak untuk segera ditindaklanjuti,” ujar Reinhard.

Ia menambahkan, bahwa setiap aspirasi yang masuk akan dikawal melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran daerah, agar bisa dimasukkan dalam program pembangunan tahun berjalan maupun tahun berikutnya.

“Saya pastikan tidak hanya sekadar mendengar, tapi juga mengawal hingga terealisasi melalui APBD. Ini bagian dari amanah yang harus saya jalankan sebagai wakil rakyat,” lanjutnya.

Reinhard juga menekankan pentingnya keterlibatan langsung anggota dewan di tengah masyarakat. Menurutnya, kehadiran fisik seorang wakil rakyat di lapangan dapat memperkuat empati dan pemahaman terhadap kondisi riil warga.

“Masyarakat butuh kehadiran, bukan hanya janji. Karena itu saya berkomitmen untuk terus turun ke lapangan, tidak hanya saat reses, tapi juga dalam kegiatan-kegiatan sosial lainnya. Lolu Utara ini adalah rumah saya sendiri, jadi sudah sepatutnya saya terlibat penuh dalam proses pembangunan di dalamnya,” pungkas Reinhard. (Rfi)