Skrol untuk membaca pos

Kematian Situr Wijaya dan Rangkaian Kejanggalan yang Membayangi

Muh. Rifai
Situr Wijaya. Foto: Istimewa
A-AA+A++

Ponsel aktif, kabar melalui orang asing

Yang tak kalah membingungkan bagi keluarga adalah saat Selviyanti menerima kabar kematian sang suami melalui panggilan telepon dari ponsel Realme milik SW. Tak hanya itu, kabar berikutnya datang lewat video call dari iPhone almarhum. Yang berbicara adalah dua orang berbeda, seorang perempuan yang mengaku teman, lalu seorang pria dari pihak hotel yang menolak permintaan Selviyanti untuk melihat kondisi jenazah secara langsung.

“Dia hanya kirim foto, dan saya minta lihat langsung ditolak,” ujar Selviyanti.

Lebih aneh lagi, ketiga ponsel almarhum masih aktif setelah ia dinyatakan meninggal. Padahal, semua perangkat itu dilindungi kata sandi, bahkan aplikasi WhatsApp-nya pun memiliki pengaman tambahan.

“Kalau bukan almarhum sendiri yang buka, gak mungkin bisa diakses. Dia sangat hati-hati, bahkan kita teman dekat pun tak tahu kode aksesnya,” tutur Hidayat, sahabat SW.

Benda-benda yang tak sesuai kebiasaan

Sederet hal kecil yang tertangkap kamera justru makin memperkuat dugaan keluarga bahwa ada yang janggal. Dalam foto-foto, terlihat kacamata tergeletak di lantai dekat kepala SW. Padahal, menurut Selviyanti, sang suami selalu meletakkan kacamata di sisi ranjang sebelum berbaring. Ia tidak pernah naik ke tempat tidur sambil mengenakan kacamata.

Hal serupa berlaku pada sepatu yang terlihat berantakan dan keset yang tergeser. Semua itu bertentangan dengan kebiasaan SW yang sangat rapi. “Dia tipe orang yang suka merapikan hal kecil seperti keset yang tidak simetris,” ujar Hidayat yang sering menginap bersama SW saat tugas luar kota.

Jejak laporan yang belum jelas

Situr Wijaya diketahui terakhir berpamitan kepada istrinya pada Kamis, 3 April 2025, untuk mudik ke Jawa dan mengurus sesuatu di Jakarta. Belakangan muncul kabar bahwa SW hendak membawa sebuah laporan penting ke Kejaksaan Agung usai Lebaran. Belum bisa dipastikan apakah laporan tersebut berkaitan dengan konflik agraria di Morowali Utara yang selama dua tahun terakhir didampinginya bersama beberapa aktivis.

Kematian Situr Wijaya menyisakan ruang gelap yang belum diterangi. Sejumlah pertanyaan mengambang di udara. Apakah kamar memang sengaja diatur ulang? Mengapa ponsel tetap aktif dan bisa digunakan pihak lain? Mengapa pihak hotel tidak segera melaporkan kematian ke polisi?