Skrol untuk membaca pos

Anwar Hafid: Media Adalah Penyambung Lidah Rakyat

Muh. Rifai
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menghadiri syukuran 16 Tahun media Deadline-News.com, yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama anak yatim dan warga, di Graha Deadline-News, jalan Teluk Palu Permai Kota Palu, Minggu, 9 Maret 2025. Foto: Rifai
A-AA+A++

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menghadiri syukuran 16 Tahun media Deadline-News.com, yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama anak yatim dan warga, di Graha Deadline-News, jalan Teluk Palu Permai Kota Palu, Minggu, 9 Maret 2025.

Hadir dalam acara ini, Wakil Ketua II DPRD Sulteng, Sayarifuddin Hafid, Kombes Pol Dr. H. Sirajuddin Ramly, S.H., M.H, Ketua Fraksi Partai Demokrat – Hidayat Pakamundi.

Dari unsur Media, Pemred Metro Sulawesi, Udin Salim, Ketua SMSI Mahmud Matangara.

Acara ini menjadi momentum kebersamaan antara pemerintah, media, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Anwar Hafid mengapresiasi peran media sebagai penyambung lidah rakyat, termasuk Deadline-News.com yang selama ini dikenal sebagai media kritis namun tetap mengedepankan keseimbangan dalam pemberitaan.

“Semoga Deadline-News semakin tajam, semakin kritis dalam memberitakan segala hal untuk kemaslahatan masyarakat di Sulawesi Tengah. Hari ini kita merayakan 16 tahun perjalanan media yang telah menjadi salah satu sumber informasi utama di daerah ini,” ujar Anwar Hafid.

Gubernur juga mengingatkan, bahwa hubungan antara pemerintah dan media harus tetap terjalin dengan baik, meskipun terkadang terjadi dinamika dalam pemberitaan.

Ia mencontohkan hubungannya dengan pimpinan Deadline-News.com, Andi Attas Abdullah, yang diwarnai perbedaan pendapat namun tetap dalam koridor profesionalisme dan persahabatan.

“Beliau ini sahabat saya sejak lama. Kadang-kadang kalau saya jadi pejabat, saya diserang. Tapi kalau bertemu tetap saling baku sayang. Itulah peran media, memberikan kritik tapi tetap menjaga hubungan baik,” tuturnya.

Pesan Moral dan Makna Ramadan

Dalam kesempatan ini, Anwar Hafid juga menyampaikan pesan moral tentang pentingnya menjaga nilai-nilai kehidupan yang diajarkan dalam berbagai agama. Ia mengutip empat pilar ajaran Nabi Muhammad SAW yang menjadi dasar kehidupan yang baik:

  1. Sebarkan Keselamatan
    “Kita harus menjadi sumber keselamatan bagi orang lain, bukan justru menjadi penyebab kesengsaraan mereka.”
  2. Berbagi dan Menyejahterakan Sesama
    “Dalam pemerintahan, memberi makan artinya menyejahterakan rakyat. Hari ini, Deadline-News berbagi kasih dengan sesama. Ini bentuk kepedulian yang luar biasa.”
  3. Jaga Silaturahmi
    “Tidak boleh karena perbedaan suku, agama, atau politik, kita memutus tali persaudaraan. Media berperan besar dalam menyambung silaturahmi yang terputus.”
  4. Laksanakan Perintah Agama
    “Jangan lupa bangun sholat malam, sebagaimana ajaran dalam agama kita untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.”

Gubernur menekankan, konsep puasa tidak hanya berlaku bagi umat Islam, tetapi juga menjadi bagian dari proses kehidupan berbagai makhluk.