Skrol untuk membaca pos

Vale Indonesia (INCO) Catat Kinerja Positif di Tahun 2024

Muh. Rifai
A-AA+A++

Meskipun perusahaan menghadapi tantangan biaya satu kali akibat pemisahan dari Vale Base Metal pasca-divestasi, PT Vale tetap mampu menjaga biaya tunai penjualan per unit tetap kompetitif pada AS$9.374 per ton.

Ini merupakan pencapaian signifikan karena menjadi biaya tunai terendah dalam tiga tahun terakhir, dibandingkan AS$10.034 per ton pada 2023 dan AS$11.201 per ton pada 2022. Efisiensi ini dicapai berkat peningkatan volume produksi dan upaya berkelanjutan dalam penghematan biaya.

Secara keseluruhan, PT Vale membukukan laba bersih sebesar AS$6,7 juta pada 4T24 dan AS$57,8 juta untuk tahun penuh 2024.

Laba bersih ini sudah memperhitungkan kerugian yang belum terealisasi atas pengakuan nilai wajar aset derivatif, yang bersifat non-operasional. Jika laba bersih dinormalisasi, angkanya mencapai AS$14,6 juta untuk 4T24 dan AS$73,3 juta untuk keseluruhan tahun 2024.

Harga rata-rata bahan bakar yang dikonsumsi PT Vale sepanjang tahun 2024 adalah sebagai berikut:

  • High Sulphur Fuel Oil (HSFO): AS$88,03 per barel (turun dibandingkan AS$83,01 di 2023)

  • Diesel: AS$0,80 per liter (turun dari AS$0,92 di 2023)

  • Batubara: AS$180,68 per ton (jauh lebih rendah dari AS$263,82 di 2023)

  • Pada 4T24, konsumsi HSFO dan diesel masing-masing turun 15% dan 10% dibandingkan 3T24, sementara konsumsi batubara meningkat 22%.

Investasi dan Proyek Strategis

Pada tahun 2024, PT Vale mengeluarkan belanja modal sebesar AS$332,1 juta, yang sebagian besar digunakan untuk peningkatan kapasitas produksi dan pengembangan proyek pertumbuhan.

Hingga akhir tahun 2024, saldo kas perusahaan mencapai AS$674,7 juta, mencerminkan fundamental keuangan yang kuat untuk mendukung strategi bisnis di tahun 2025.

Beberapa proyek strategis yang terus berkembang antara lain:

  1. Pomalaa, Bahodopi, dan Sorowako Limonit – Secara kolektif mencapai 13,3 juta jam kerja tanpa kecelakaan fatal atau cedera serius.
  2. Morowali – Mencapai 70% dari target tahunannya dan dijadwalkan selesai pada 3T25 dengan efisiensi belanja modal.
  3. HPAL Sambalagi – Kemitraan dengan GEM Co., Ltd. untuk pembangunan fasilitas nikel dengan investasi AS$1,4 miliar, yang dirancang mencapai emisi nol bersih sejak hari pertama.
  4. Pomalaa HPAL – Kolaborasi dengan Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd. dan Ford Motor Co. terus menunjukkan kemajuan dalam mendukung rantai pasokan baterai kendaraan listrik global.
  5. Sorowako Limonit – Telah mendapatkan izin lingkungan pada akhir 2024 untuk mendukung ekspansi produksi di tahun 2025.

Selain itu, PT Vale juga mencatat dua pencapaian penting di akhir tahun 2024: