WhatsApp Image 2026-10-26 at 23.12.47

Langkah Panjang Daeng Anpes. Perjalanan 1.800 Km yang Menginspirasi

Muh. Rifai
A-AA+A++

Tentu saja, perjalanan sejauh 1.800 km tidaklah mulus. Daeng Anpes menghadapi berbagai tantangan berat, mulai dari kelelahan ekstrem, cuaca yang tak menentu, hingga kemacetan yang sesekali terjadi akibat antusiasme masyarakat yang ingin melihatnya secara langsung.

Ia sadar bahwa kehadirannya di jalan raya bisa menyebabkan kepadatan lalu lintas. Maka dari itu, ia sebisa mungkin berjalan sejak subuh untuk menghindari kemacetan. Namun, tetap saja, ada beberapa momen di mana konvoi kecil yang mengikutinya menyebabkan arus lalu lintas tersendat.




Tak ingin menimbulkan masalah, ia secara terbuka meminta maaf kepada para pengendara yang mungkin merasa terganggu.

“Saya sudah berusaha berjalan sejak subuh agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Namun, jika tetap ada yang merasa terganggu, saya mohon maaf,” katanya dengan rendah hati.

Setelah hampir empat bulan berjalan kaki, akhirnya pada Rabu, 12 Februari 2025, Daeng Anpes tiba di titik finis. Zero Point Manado. Kedatangannya disambut meriah oleh warga Manado yang sudah menunggu dengan antusias. Sorak-sorai, pelukan, dan air mata haru menyertai langkah terakhirnya.

Perjalanan panjang ini tidak hanya menguji fisiknya, tetapi juga mental dan emosinya. Namun, di balik semua rintangan, Daeng Anpes membuktikan bahwa ketekunan dan keyakinan bisa membawa seseorang melewati batas yang mungkin sebelumnya tak pernah terbayangkan.

Apa yang dilakukan Daeng Anpes bukan sekadar perjalanan kaki biasa. Ini adalah simbol dari semangat juang, ketahanan, dan kebersamaan. Ia telah menunjukkan bahwa tekad kuat mampu mengalahkan lelah, bahwa langkah kecil yang terus dijalani bisa membawa seseorang ke tempat yang jauh.

Di era di mana banyak orang menyerah sebelum mencoba, kisah Daeng Anpes menjadi inspirasi bahwa tidak ada yang mustahil jika seseorang benar-benar percaya pada dirinya sendiri. Perjalanannya mengajarkan bahwa hidup bukan hanya tentang tujuan, tetapi juga tentang proses dan pengalaman yang membentuk kita di sepanjang jalan.

Dan kini, meskipun langkahnya telah berhenti di Manado, jejak inspirasinya akan terus berjalan di hati banyak orang.***