Malam itu, suasana di Lapangan Immanuel begitu meriah. Ribuan penggemar dari berbagai kalangan, mulai dari generasi muda hingga orang tua, larut dalam nostalgia. Iwan Fals dan band Gaung Merah berhasil menghidupkan malam itu dengan lagu-lagu yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup banyak orang.
Di tengah gemuruh suara penonton, Oma Dabo tak sekadar menjadi penonton pasif. Dengan semangat yang luar biasa, ia menyanyikan setiap bait lagu “Lancar” dengan fasih. Momen tersebut diabadikan oleh salah satu pengunjung dan diunggah ke Facebook oleh akun @Try Suryani. Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar positif.
“Sehat selalu Tante Dabo, orang Sibowi, Sigi,” tulis akun Rizkiyanti Zahra Anindita.
Di komunitas OI (Orang Indonesia), Oma Dabo mendapat pengakuan sebagai penggemar sejati Iwan Fals. Bukan hanya karena ia hafal setiap bait lagu, tetapi juga karena perjuangannya yang menginspirasi banyak orang.
Konser tersebut merupakan bagian dari rangkaian tur gratis Iwan Fals di 25 kota di Indonesia. Palu menjadi kota kedua setelah konser pembuka di Manado pada 18 Januari 2025. Bagi Oma Dabo, malam itu adalah kesempatan yang sangat berharga. Meski kelelahan dan perut kosong, ia merasa segala pengorbanannya terbayar lunas.
Malam itu, dengan tubuh lelah tetapi hati penuh rasa syukur, Oma Dabo membuktikan bahwa cinta sejati terhadap sesuatu mampu menaklukkan segala keterbatasan. Perjuangan kecilnya adalah cermin dari semangat hidup yang tidak mudah pudar.
“Mudah-mudahan suatu saat saya bisa bertemu langsung dengan Iwan Fals,” ujarnya penuh harap.
Kisah Oma Dabo mengingatkan kita bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari kenyamanan materi. Kadang, justru dari perjuangan sederhana dan semangat yang tak pernah padam, kenangan terindah terbentuk.
Penulis: Rifai




