Kampanye Akbar Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, nomor urut 2, Anwar Hafid – Reny Lamadjido di Desa Pelawa, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu, 23 November 2024, mendapat animo tinggi dari masyarakat.
Puluhan ribu warga Sulawesi Tengah yang tergabung dari berbagai daerah memenuhi lokasi Eks Sail Tomini itu.
Kampanye Akbar ini sekligus penutup semua rangkaian perjalanan kampanye dari pasangan yang dipopuler dengan tagline BERANI (Bersama Anwar – Reni/y) ini.
Pantauan media ini di lokasi, meski terik matahari tak menyurutkan semangat massa, menunjukan bukti dukungan penuh terhadap Anwar – Reny.
Anwar Hafid dalam pidato politiknya, kembali menegaskan kepada masyarakat mengenai program-program unggulan mereka. Terkhusus BERANI Cerdas, BERANI Sehat dan membuka lapangan kerja.
Saya mengingatkan kembali bahwa memilih pasangan BERANI, memastikan masyarakat di Sulawesi Tengah ini, berhak mendapatkan beasiswa dari gubernur untuk kuliah. Baik itu negeri meupun swasta. Sampaikan ini kepada masyarakat bahwa inilah cara kita untuk membangun Sulawesi Tengah yang lebih baik,” ujarnya yang di danpingi Reny Lamadjido.
Dikatakan, bahwa program ini adalah program paling adil, dengan memberikan kesempatan kepada seluruh rakyat Sulawesi Tengah yang ingin duduk di bangku kuliah.
“Tidak perlu pilih-pilih lagi, tidak perlu orang tertentu. Tidak perlu orang dekat atau orang dalam dan sebagainya. Tapi seluruh rakyat berhak untuk mendapatkan beasiswa kuliah,” tegasnya.
Kata Anwar, jika BERANI terpilih, ini menjadi pertama kalinya ada provinsi di Indonesia yang membiayai seluruh rakyatnya untuk duduk di bangku kuliah.
“Jadi, jangan sia-siakan kesempatan ini. Mari kita bersatu dukung BERANI nomor 2, pada 27 November. Mohon sampaikan kepada keluarga dan tetangga,” pintanya.
Kemudian kata Anwar, jika pasangan BERANI terpilih, akan menjamin rakyat yang tidak mempunyai BPJS atau yang mati BPJS-nya bisa berobat di seluruh Indonesia hanya dengan menggunakan KTP.
“Program kami kedua adalah BERANI Sehat. Hanya dengan KTP, rakyat Sulawesi Tengah yang tidak punya BPJS atau BPJS yang mati bisa berobat di seluruh Indonesia dan biayanya ditanggung oleh pemerintah daerah,” jelasnya.




